Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts
Monday, November 18, 2019

Bagaimana Menuliskan Makalah Yang Benar?

Kelas Math - Sebelum kita masuk kemasalah bagiamana menuliskan makalah yang benar, mari kita pahami dulu tentang Penulisan Makalah, mulai dari pengertiannya hingga ke sistematika penulisan makalah itu sendiri.

Pengertian Makalah

Makalah adalah Karya Tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan.
Bagaimana Menuliskan Makalah Yang Benar?
Makalah merupakan salah satu syarat untuk melengkapi dalam menyelesaiakan perkuliahan. dengan kata lain tidak ada perkuliahan yang didalamnya tidak terdapat tugas pembuatan makalah. Nah, karena sifatnya yang wajib bagi setiap mahasiswa yang ingin menyelesaikan perkuliahannya, maka alangkah baiknya Anda (yang statusnya masih mahasiswa) untuk benar-benar memahami tentang Penulisan Makalah. Karena jangan sampai gara-gara satu tugas maka perkuliahan Anda tidak selesai-selesai. atau lebih tepatnya mendapat gelar MA alias Mahasiswa Abadi.
Oleh karena itu mari kita lihat terlebih dahulu Karakteristik dari Makalah.

Karakteristik Makalah :

Suatu makalah setidaknya memiliki 4 (empat) karakteristik sebagai berikut :
  1. Merupakan hasil kajian literatur dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan
  2. Mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan
  3. Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan
  4. Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber Informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh
    Setalah kita paham tentang karakteristik Makalah, sekarang mari kita lihat jenis-jenisnya.

    Jenis Makalah

    Setidaknya ada 2 (dua) Jenis Makalah yang saya tahu, yang pertama adalah makalah biasa dan yang kedua adalah makalah posisi.

    1. Makalah biasa

    Makalah biasa dibuat oleh mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. dalam makalah ini biasanya mahasiswa secara deskripsi mengemukakan berbagai aliran atau pandangan tentang masalah yang dikaji dan juga dapat memberikan pendapat baik berupa kritik atau saran mengenai aliran atau pendapat yang dikemukakan tersebut. Tetapi tidak perlu memihak pada salah satu aliran atau pendapat tersebut. Makalah biasa, biasanya dipersyaratkan sebagai tugas setiap jenjang pendidikan, baik mahasiswa program Diploma Maupun Program sarjana S1. Namun ada juga program pascasarjana yang didalamnya terdapat tugas makalah biasa ini. Namun mungkin porsinya berbeda.

    2. Makalah Posisi

    Berbeda dengan makalah biasa yang didalamnya mahasiswa tidak boleh memihak pada salah satu aliran, maka dalam makalah posisi, mahasiswa menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. Untuk makalah jenis ini mahasiswa diminta untuk tidak saja menunjukkan penguasaan mengenai suatu teori atau pandangan tertentu tetapi juga diwajibkan untuk menunjukkan di pihak mana dia berdiri beserta alasan-alasannya yang didukung oleh teori-teori yang relevan. Untuk dapat membuat makalah posisi mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mempelajari sumber tentang aliran tertentu, tetapi juga berbagai sumber atau aliran yang pandangan-pandangannya berbeda-beda dan bahkan mungkin sangat bertentangan. Jadi, kemampuan analisis, sintesiis dan evaluasi sangat diperlukan untuk dapat membuat makalah posisi. Biasanya makalah jenis ini diwajibkan untuk mahasiswa tingkat pascasarjana (S2 dan S3)

    Sistematika Penulisan Makalah :

    Baik makalah biasa atau makalah posisi, didalam penulisannya harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan makalah yang terdiri :

    1. Pendahuluan.

    Pada bagian ini dikemukakan persoalan yang akan dikaji atau dibahas. seperti misalnya latar belakang, rumusan masalah, prosedur pemecahan masalah, dan sistematika uraiannya.

    2. Isi

    Pada bagian ini mahasiswa mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. Bagian isi boleh saja lebih dari satu bagian atau bab.

    3. Kesimpulan

    Pada bagian ini mahasiswa dituntut untuk mengemukakan kesimpulan. Tapi ingat kesimpulan itu berbeda dengan ringkasan. tak sedikit mahasiswa yang masih keliru dalam membuat kesimpulan ini. sehingga yang mereka kemukakan pada bagian ini malah ringkasannya. padahal seharusnya kesimpulan itu adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil diskusi/uraian yang telah dibuatnya pada bagian isi. Dan dalam proses pengambilan kesimpulan, sang penulis makalah tersebut harus mengacu kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan.

    Saya rasa cukup disini saja bahasan kita mengenai Bagaimana Menuliskan Makalah Yang BenarSemoga tulisan ini ada manfaatnya bagi rekan-rekan mahasiswa yang sedang dalam proses membuat makalah atau pun tugas akhir dan skripsi.
    Thursday, October 31, 2019

    Tahukah Anda Perbedaan Planet Dalam dan Planet Luar?

    Tata Surya terdiri dari matahari, planet-planet dan benda langit lainnya. Semuanya secara langsung dan tidak langsung beredar mengelilingi matahari.

    Matahari Sebagai Pusat Tata Surya :


    Matahari sebagai pusat tata surya yang dikelilingi oleh planet-planet karena gravitasinya yang sangat besar. Matahari merupakan bola gas yang bercahaya dimana suhu permukaannya mencapai 6000°C, sedangkan bagian dalamnya lebih panas lagi yaitu sekitar 15 juta °C. Diameter Matahari lebih kurang 109 kali diamter bumi dan letaknya kurang lebih 150 juta km dari bumi. Matahari merupakan benda langit yang memancarkan cahayanya sendiri, oleh karena itu matahari disebut juga sumber cahaya.

    Planet-planet :

    Menurut hasil kesepakatan para ahli astronomi tingkat dunia pada bulan agustus 2006, pengertian planet adalah benda angkasa yang mengorbit mengelilingi sebuah bintang dan ia sendiri bukanlah bintang. Planet berukuran cukup besar sehingga mampu mempertahankan bentuk seperti bola.
    Berdasarkan peraturan/kesepakatan baru tentang planet, jumlah planet sekarang menjadi 8, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sedangkan Pluto tidak lagi disebut sebagai planet. Hal ini disebabkan orbit pluto bersinggungan dengan orbit Neptunus.
    Orbit (garis edar) planet tidak boleh bersinggungan dengan orbit planet tetangganya
    Peredaran planet mengelilingi matahari disebut revolusi. Planet-planet dapat mengelilingi matahari karena gaya gravitasi matahari lebih besar dari planet. Waktu yang diperlukan planet untuk melakukan satu kali revolusi disebut kala revolusi. dan kala revolusi bumi ditetapkan sebagai satuan yang disebut satu tahun. Bidang tempat planet beredar disebut bidang edar, dan bidang edar bumi disebut ekliptika. Perputaran planet mengelelingi sumbunya disebut rotasi. Waktu yang diperlukan planet untuk berotasi pada sumbunya disebut kala rotasi.
    Berdasarkan letak garis edarnya, planet-planet digolongkan menjadi dua bagian, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet-planet yang lintasan edarnya berada diantara matahari dan bumi. sehingga yang termasuk kedalam planet dalam adalah Merkurius dan Venus. Sedangkan planet-planet yang lain disebut planet luar, karena lintasan edarnya berada diluar lintasan edar bumi.
    Sumber : dikutip dari beberapa sumber.
    Monday, September 9, 2019

    Glossarium Kelas Matematika

    Abakus - atau dekak-dekak, digunakan untuk menjelaskan nilai tempat angka pada bilangan-bilangan. Misalnya Ambillah dekak-dekak bertiang dua. Tiang sebelah kiri tempat puluhan dan tiang sebelah kanan tempat satuan. Satu biji pada tiang sebelah kiri sama dengan 10 biji pada tiang sebelah kanan.
    Absis, Digunakan untuk menentukan letak suatu titik pada bidang, terdapat dua ruas garis bilangan yang berpotongan saling tegak luru di titik nol. Susunan dua garis seperti ini disebut sistem koordinat Cartesius.
    Glossarium Kelas Matematika

    Garis yang mendatar dinamankan sumbu x (absis) sedangkan garis tegak.vertikal disebut sumbu y (ordinat). Dalam sistem di bawah ini, letak suatu titik P ditentukan oleh pasangan bilangan berurut. P(3,5) Menyatakan jarak titik P terhadap sumbu y adalah 3 satuan, dan jarak terhadap sumbu x adalah 5 satuan. 3 disebut absis titik P dan 5 disebut ordinat titik P.

    Akar Bilangan
    Misalkan : \[{x^3} = 125 ~dapat ~ditulis ~menjadi ~x = \sqrt[3]{{125}}\] atau \[x = {125^{\frac{1}{3}}}\] dibaca " Akar pangkat tiga dari 125" jadi, \[\sqrt[3]{{125}} = x \to x = 5,\] Karena \[{5^3} = 125\]. \[\sqrt[3]{{125}} = 5 ~disebut ~Kalimat ~penarikan ~Akar\]

    Akar Kuadrat Suatu Bilangan, b akar kuadrat dari a jika b2=a . Akar kuadrat dari suatu bilangan mempunyai nilai positif dan negatif.

    Contoh : \[\sqrt {25} = \pm 5 , ~Karena ~5^2=25 ~dan ~(-5)^2=25\]

    Akar Negatif, Akar yang berpangkat ganjil dari suatu bilangan negatif, hasilnya adalah negatif. Misalnya : \[\sqrt[3]{{ - 27}} = - 3 ~Karena~ {( - 3)^3} = - 27\]. Tetapi akar yang berpangkat genap dari suatu bilangan negatif hasilnya bukan negatif dan bukan pula positif. Bilangan seperti itu disebut bilangan Imajiner. Misalnya \[\sqrt { - 16} \]. Hasil dari \[\sqrt { - 16} \] bukan -4 bukan pula 4. Karena (-4)2=16 dan 42=16 . Bilangan \[\sqrt { - 16} \] disebut bilangan Imajiner.
    Akar sejenis, Akar disebut sejenis jika bilangan yang diakarkan sama.
    Akar Sekawan, Hasil kali dua bilangan Irasional (bertanda akar) adalah bilanga rasional. Maka kedua bilangan itu disebut akar sekawan. Contoh: \[(a + \sqrt b )~sekawan ~dengan ~(a - \sqrt b )\]
    Akar Senama, Akar disebut senama jika eksponen akarnya sama.
    Aksioma, Pernyataan yang diterima sebagai kebenaran tanpa memerlukan bukti.
    Angka, Disebut juga digit. Angka tidak sama dengan bilangan, tetapi lambang bilangan terdiri dari angka-angka. Misalnya "26" adalah lambang bilangan dua puluh enam, terdiri dari dua angka yaitu angka 2 dan angka 6.
    Angka Indeks, adalah angka yang dipakai untuk menunjukkan perubahan dalam sebuah atau beberapa variabel. menurut sejarahnya angka indeks banyak digunakan dalam bidang ekonomi, statistik dan perusahaan. Dari penggunaan ini muncul istilah indeks harga, indeks quantum dan indeks nilai.
    Angka Signifikan , banyaknya angka yang dipakai dalam suatu cara untuk menyatakan pendekatan.
    Apotema, Garis yang ditarik dari pusat lingkaran ke tali busur dan saling tegak lurus. Apotema juga disebut sebagai jarak dari titik pusat lingkaran ke tali busur lingkaran.
    Aproksimasi, Pembulatan suatu bilangan tidak eksak ke bilangan yang lebih dekat sesuai aturan pembulatan sehingga menjadi bilangan yang eksak. Sebagai contoh, Jika dikatakan tinggi abdul rahim adalah 160 cm, mungkin ini tidak persis 160 cm, bisa jadi tinggi abdul rahim hanya 159,99cm sehingga perlu dibulatkan menjadi 160 cm. Pembulatan seperti ini disebut Aproksimasi.
    Are, adalah satuan luas. Are dilambangkan dengan "a". dengan nilai 1 are atau 1a=100m2 = 1 dam2dengan demikian dapat dikatakan bahwa 1 ha = 100 a.
    Aritmetika, merupakan cabang matematika atau juga disebut sebagai ilmu hitung. Dasar-dasar dalam ilmu hitung seperti menjumlah, mengurang, mengali, membagi, menarik akar dan sebagainya.
    Aritmetika Jam, Pada permukaan jam terdapat lambang bilangan dari 1 sampai dengan 12.
    Asimtot, Asimtot pada garis lengkung adalah garis yang tidak pernah terpotong oleh garis lengkung itu, tetapi didikati hingga tak terbatas. Asimtoto dapat berbentuk :
    1. Mendatar, sejajar atau berimpit dengan sumbu x. Asimtot ini disebut asimtot Datar
    2. Vertikal, sejajar atau berimpit dengan sumbu y. Asimtot ini disebut asimtot Tegak
    3. Miring. Disebutnya sebagai Asimtot miring
    Wednesday, August 28, 2019

    Soal Ulangan Harian Pola Bilangan Kelas 8

    Ulangan Harian Matematika Bab Pola Bilangan Kelas 8

    Ulangan Harian
    A. Soal Pilihan Ganda
    Berilah Tanda Silang (X) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

    1. Perhatikan Gambar susunan Korek Api yang membentuk pola berikut ini.
    Ulangan Harian matematika kelas 8
    1. Banyak Batang Korek Api pada Pola ke-51 adalah . . . .
    a. 200
    b. 207
    c. 210
    d. 211
    2. Berikut ini adalah barisan Fibonacci : 4, 4, 8, 12, 20, . . . Tiga Suku berikutnya adalah . . . .
    a. 32, 52, 94
    b. 32, 52, 84
    c. 32, 62, 94
    d. 40, 60, 100
    3. Misalkan suku ke-n suatu barisan bilangan adalah Un = n(n2 + 4). Maka suku ke-20 dari barisan bilangan tersebut adalah . . . .
    a. 8.800
    b. 8.080
    c. 4.040
    d. 4.000
    4. Banyak siswa kelas VIII ada 48 orang yang terdiri dari 35 siswa putri dan 13 siswa putra. Satu per satu siswa putri harus menyebutkan bilangan ganjil, Sedangkan siswa putra harus menyebutkan bilangan genap, secara berurutan. Bilangan yang disebut oleh siswa putri dan putra terakhir masing-masing adalah . . . .
    a. 69 dan 26
    b. 70 dan 26
    c. 71 dan 24
    d. 95 dan 36
    5. Sebuah deret aritmetika dengan suku pertamanya 4 dan bedanya adalah 2. Maka jumlah 12 suku pertama deret itu adalah . . . .
    a. 180
    b. 190
    c. 200
    d. 210
    B. Soal Uraian
    Jawablah dengan Benar dan lengkap dengan langkah-langkah penyelesaiannya!
    1. Suatu bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri menjadi 2 setiap menit. Tentukanlah Jumlah perkembangan suatu bakteri selama 8 menit.!
    2. Dalam suatu rapat kelas, setiap peserta diminta berjabat tangan satu kali dengan setiap peserta lain. Apabila rapat tersebut dihadiri 8 orang, maka tentukanlah banyaknya jabat tangan yang terjadi.

    Kunci Jawaban

    Kunci jawaban soal ulangan Harian Pola Bilangan Kelas 8 ini saya jadikan dalam tabel, agar lebih mudah dilihatnya.

    A. Kunci Jawaban Pilihan Ganda

    NOMOR SOAL PILIHAN JAWABAN
    1 a b c d
    2 a b c d
    3 a b c d
    4 a b c d
    5 a b c d
    Keterangan : Warna Orange adalah Jawaban untuk masing-masing nomor soal.

    B. Kunci Jawaban Soal Uraian

    1. Karena masalah ini merupakan soal deret Geometri, maka dapat diselesaikan dengan rumus: Alt Text!
    Karena a = 1 dan r = 2, dan n = 8, maka :
    Alt Text!
    Alt Text!
    Alt Text!
    Alt Text!
    Jadi, banyaknya bakteri setelah 8 menit ada sebanyak 255.
    2. Soal berjabat tangan ini dapat diselesaikan dengan rumus : Alt Text!
    dengan n = 8, maka didapat : Alt Text!
    sehingga : Alt Text!
    Jadi, Banyaknya jabatan tangan yang terjadi untuk delapan orang yang hadir dalam rapat kelas itu adalah sebanyak 28 jabat tangan.

    Saturday, August 24, 2019

    Bagaimana Menentukan Pasangan Triple Pythagoras

    Bilangan Triple Pythagoras

    Alt Text!
    Pada sebuah segitiga siku-siku, maka berlaku hukum phytagoras jika panjang sisi siku-sikunya adalah a dan b, dan panjang hipotenusa/sisi miringnya adalah c maka berdasarkan hukum phytagoras berlaku : a2 + b2 = c2
    Beberapa contoh bilangan Triple Pythagoras yang sudah diketahui diantaranya adalah: (3,4,5); (5,12,13); (7,24,25) dan ( 9,40,41). Namun bagaimana cara menentukan bilangan triple pythagoras yang lain, yang mungkin saja nilai nya yang agak besar, sehingga kita akan susah menentukannya.
    Nah melalui tulisan ini saya akan membantu anda dalam bagaimana caranya untuk menentukan bilangan-bilangan triple pythagoras secara umum melalui sebuah rumus.
    Namun, sebelum itu saya akan mencoba membuat salah satu pembuktian teorema pythagoras yang berlaku pada setiap segitiga siku-siku serta manfaat bilangan-bilangan triple pythagoras.

    Manfaat triple Pythagoras

    Salah satu kegunaan pythagoras yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita adalah dalam menentukan panjang bidang yang miring. Seperti
    1. Menghitung diagonal televisi.
    2. Menghitung tinggi jendela,
    3. Menghitung Tinggi Sebuah pohon atau gedung tanpa harus memanjat
    4. Menghitung lebar sungai dan masih banyak lagi yang lainnya.

    Pembuktian Teorema Pythagoras

    Teorema Pythagoras sudah diajarkan sejak di jenjang SMP hingga SMA dan bahkan sampai kebangku Perkuliahan. Dalam hal ini guru matematika sering menjelaskan kepada siswa nya tentang teorema phytagoras dengan menggunakan alat peraga ataupun dengan masalah sehari-sehari. Untuk membuktikan teorema Pythagoras tersebut, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Ada yang dengan menunjukkan dengan potongan persegi pada kedua kaki segitiga yang panjang sisinya a dan b seperti ditunjukkan pada gambar di atas, ada juga cara lain seperti yang akan saya jelaskan berikut ini. Cara membuktikan teorema pythagoras yang akan saya jelaskan ini, menggunakan pendekatan trapesium. Untuk lebih jelasnya silahkan Perhatikan Gambar Trapesium dibawah ini. Dimana trapesium tersebut terdiri dari gabungan tiga segitiga.
    Alt Text!


    Berdasarkan gambar di atas, dapat ditentukan bahwa
    Luas Trapesium = Luas 3 Segitiga
    ½ (a + b)(a + b) =½ ab + ½ c2 + ½ ab -------> Kedua ruas dapat dikali dengan 2. Sehingga
    (a + b)2 = ab + c2 + ab
    a2 + 2ab + b2 = 2ab + c2
    a2 + b2 = c2 ---------> terbukti
    Dengan demikian terbuktilah teorema pythagoras dengan bantuan trapesium.

    Rumus untuk Menentukan Bilangan Triple Pythagoras

    Sekali lagi saya tegaskan bahwa teorema Pythagoras, hanya berlaku pada segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku atau disebut segitiga siku-siku, sehingga ketiga sisinya mengacu pada pasangan yang dinamakan Triple Pythagoras. Untuk menjelaskan materi tersebut sebagai seorang guru hendaknya mulai dari masalah-masalah kontekstual misalnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Nah untuk membantu dalam menentukan bilangan-bilangan berapa saja yang menjadi pasangan triple pythagoras, berikut ini saya berikan rumusnya.

    Andaikan pasangan Triple Pythagoras dengan urutan A, B dan C atau dinotasikan dengan (A,B,C), maka rumus pasangan Triple Pythagoras dinotasikan dengan (Ax,Bx,Cx) yang hubungan antara Ax, Bx dan Cx memenuhi teorema Pythagoras Ax2 + Bx2 = Cx2 yaitu:  
    Ax = 2 x + 3, 
    Bx = 2 x2 + 6 x + 4 
    dan 
    Cx = 2 x2 + 6 x + 5 
    berlaku hanya untuk x positif atau x 0.
    Tuesday, August 13, 2019

    Download Silabus Matematika Terintegrasi Anti Korupsi

    Download Silabus Matematika Kelas 7 Terintegrasi Anti Korupsi 2019/2020

    Salah satu kelengkapan perangkat pembelajaran yang wajib di miliki oleh seorang guru adalah Silabus. dimana Silabus ini merupakan salah saatu perangkat pembelajaran yang mencakup Komptensi Inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, serta sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap sekolah. Dengan dimikian silabus dapat diartikan sebagai “garis besar, ringkasan, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”. Silabus inilah yang menjadi acuan seorang guru dalam mengembangkan/membuat rpp.

    Manfaat silabus

    Ada beberapa manfaat yang didapat dari pembuatan silabus, diantaranya adalah :
    1. Silabus menjadi sumber acuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
    2. Guru lebih mudah memetakan ragam atau variasi pembelajaran yang akan dituangkan ke dalam RPP.
    3. Guru lebih mudah dalam memetakan indikator-indikator pencapaian kompetensi belajar yang harus dicapai oleh siswa.
    4. Guru lebih mudah dalam merancang bentuk-bentuk penilaian dari setiap indikator yang ingin dicapai.
    Mengingat besarnya manfaat dari sebuah silabus, maka saya mencoba untuk membantu rekan-rekan guru yang masih belum sempat membuat silabus. Anda diperbolehkan mendownload silabus ini dan juga boleh merubah atau mengeditnya sesuka anda sesuai dengan keperluan dan keadaan/situasi sekolah anda. Karena silabus yang akan saya bagikan formatnya adalah .doc alias dalam bentuk office word.

    Link Download
    Bagi anda yang menginginkan silabus matematika kelas 7 yang saya integrasikan dengan Pendidikan Anti Korupsi, Anda bisa mengunjungi halaman Download Silabus Matematika Kelas 7 Terintegrasi Anti Korupsi 2019/2020
    Tuesday, August 6, 2019

    Pembuktian Udara memiliki massa

    Ketika kamu menghirup udara segar dipagi hari, apakah kamu menyadari udara itu apa? Apakah udara mempunyai massa? Kamu dapat menjawab hal ini dengan cara melakukan percobaan sederhana yang akan saya jelaskan nanti. Yang jelas Udara merupakan zat yang tidak dapat dilihat ataupun juga berbau.

    Namun, apakah udara merupakan benda yang nyata?


    Barangkali masih banyak yang ragu jika udara adalah suatu benda yang nyata. Para ilmuan sepakat bahwa suatu benda mempunyai ciri salah satunya adalah memiliki massa dan menempati ruang. Apakah udara juga memiliki ciri-ciri tersebut?
    Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita bisa melakukan eksperimen sederhana seperti di bawah ini. Namun, ada beberapa alat dan bahan yang kamu perlukan, siapkan terlebih dahulu ya alat dan bahannya.

    Alat dan Bahan :

    1. Kayu Kecil (panjang 50 cm)
    2. Plastisin
    3. Karet Gelang
    4. Benang jahit
    5. Balon (2 buah)

    Langkah-langkah Pembuktian Udara memiliki Massa.

    1. Tiuplah masing-masing balon, kemudian ikatlah dengan karet, pastikan ikatannya jangan terlalu kuat, sehingga mudah untuk dibuka kembali,
    Alt Text!
    2. Gantungkan kedua balon tersebut pada setiap ujung kayu. Alt Text!
    3. Sekarang ikat seutas benang di tengah-tengah kayu agar seimbang, geser-geser letak benang apabila tongkat belum seimbang. Angkat lah tongkat itu dengan ikatan benang tadi sehingga kedua balon menggantung di udara
    4. Bukakah karet penutup salah satu balon tersebut sehingga udaranya keluar. Apakah yang terjadi?apakah keadaan tadi tetap seimbang atau menjadi tidak seimbang?

    5. Tambahkan sedikit demi sedikit plastisin pada ujung kayu balon yang kempes sampai terlihat kayu menjadi seimbang kembali
    6. Jika sudah seimbang, ambillah plastisin tersebut dan timbanglah. Kira-kira berapa massa plastisin itu?
    7. Besar massa plastisin itu berarti sama dengan massa udara dalam balon. Jadi kita dapat simpulkan bahwa udara mempunyai massa.

    Penjelasan Umum
    Ketika Plastisin ditambahkan pada ujung balon yang kempes sampai keadaan kayu kembali seimbang, terlihat bahwa massa dalam balon sama dengan massa plastisin. Ini membuktikan bahwa Udara memiliki massa