Thursday, November 14, 2019

Background Blog Berganti Warna Secara Otomatis

Mungkin Anda pernah berkunjung kesebuah blog dengan berubah-ubah warna backgroundnya, bagaimana kira-kira menurut Anda? Menarik bukan? Menggonta-ganti warna secara otomatis ini dapat dilakukan para pembaca blog lebih merasa nyaman dan tidak merasa jenuh ataupun bosan. Namun bagaimanakah cara membuatnya? Apakah susah? Tenang, disini akan saya bantu cara membuatnya. Mudah aja koq sebenarnya hanya butuh tambahan kode css sedikit saja.

Baiklah Trik kali ini akan membantu Anda dalam mengubah warna latar belakang secara otomatis. sehingga saya kasih aja judul tulisannya Background Blog Berganti Warna Secara Otomatis
Memberikan tampilan segar untuk pengunjung blog Anda setiap kali mereka mengunjunginya dengan menunjukkan warna latar belakang yang keren agar mereka tidak cepat bosan. 

Apakah Berpengaruh pada Kecepatan blog?

Tidak. Karena Cara yang saya pakai untuk membuat warna background blog ini berubah secara otomatis tidak menggunakan Scripts ataupun kode yang memberatkan loading blog. Cara yang saya gunakan hanya menggunakan css yang tentunya tidak akan menjadikan loading blog Anda menjadi lambat.
Trik ini tidak akan mempengaruhi kecepatan halaman blog Anda. Itu hanya menambahkan kode warna setiap kali pengunjung menyegarkan blog Anda dan warna yang dipilih secara acak sebagai warna latar belakang.

Bagaimana cara membuat Background Blog Berganti Warna Secara Otomatis?

Caranya cukup mudah. Namun, Anda terlebih dahulu harus login ke akun blogger anda dan buka edit html template Anda. Jika sudah berada di halaman edit template,
  1. Cari kode ]]> </ b: skin> Gunakan saja ctrl + F secara bersamaan pada area edit html untuk mempermudah dalam mencarinya. Maka Anda akan langsung menemukan kode ]]> </ b: skin>. 
  2. Copy kode berikut ini, dan pastekan tepat diatas kode ]]> </ b: skin> yang tadi.


body {
 animation: colorBackground 20s infinite; /* Chrome, Firefox 16+, IE 10+, Opera 12.10+ */
 -webkit-animation: colorBackground 20s infinite; /* Chrome, Safari 5+ */
 -moz-animation: colorBackground 20s infinite; /* Firefox 5-15 */
 -o-animation: colorBackground 20s infinite; /* Opera 12.00 */
 }
@keyframes colorBackground {
 0% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 20% { background-color: #6bd57e; color: #6bd57e; }
 40% { background-color: #ff6f6f; color: #ff6f6f; }
 60% { background-color: #57cff4; color: #57cff4; }
 80% { background-color: #0ed4c8; color: #0ed4c8; }
 100% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 }
 @-webkit-keyframes colorBackground {
 0% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 20% { background-color: #6bd57e; color: #6bd57e; }
 40% { background-color: #ff6f6f; color: #ff6f6f; }
 60% { background-color: #57cff4; color: #57cff4; }
 80% { background-color: #0ed4c8; color: #0ed4c8; }
 100% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 }
 @-moz-keyframes colorBackground {
 0% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 20% { background-color: #6bd57e; color: #6bd57e; }
 40% { background-color: #ff6f6f; color: #ff6f6f; }
 60% { background-color: #57cff4; color: #57cff4; }
 80% { background-color: #0ed4c8; color: #0ed4c8; }
 100% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 }
 @-o-keyframes colorBackground {
 0% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 20% { background-color: #6bd57e; color: #6bd57e; }
 40% { background-color: #ff6f6f; color: #ff6f6f; }
 60% { background-color: #57cff4; color: #57cff4; }
 80% { background-color: #0ed4c8; color: #0ed4c8; }
 100% { background-color: #fbcf61; color: #fbcf61; }
 }

3. Selanjutnya save template Anda, dan lihat hasilnya.

Pada kode diatas, warna tulisan akan sama dengan warna background. Jika Anda tidak menginginkannya, setiap tulisan color: #kodewarna; diakhir setiap baris kode, Silahkan disesuaikan saja. Dan untuk demo silahkan bisa lihat di blog ini.
Wednesday, November 13, 2019

Konsep dan Prinsip Menggambar Model

menggambar model

Menggambar model merupakan salah satu teknik yang sering dilakukan oleh seorang perupa. Pada menggambar model diperlukan ketekunan dan ketelitian agar hasil yang dicapai sesuai dengan objek yang digambar. Semua objek baik benda mati maupun benda hidup dapat dijadikan sebagai model.

Konsep dan Prosedur Menggambar Model

Menggambar model merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek model yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan, tumbuh- tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh. Kita akan mempelajari gambar model dengan objek alam benda yang biasa disebut dengan gambar bentuk, dilakukan dengan cara mengamati langsung objek gambar sehingga dapat diketahui struktur bentuk dan bidang gambarnya.

Objek gambar alam benda memiliki strukur bentuk dan bidang dasar yang berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Bentuk-bentuk tersebut antara lain seperti bola, kubus, bujur sangkar, kerucut, dan tabung. Struktur bidang gambar model (alam benda) dapat be rupa bidang datar, melingkar, maupun mengerucut. Struktur bentuk dan bidang tersebut memiliki kesan yang tidak sama apabila terkena sinar. Model alam benda yang terkena sinar akan menghasilkan bayangan dengan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Efek bayangan yang ditimbulkan dari pencahayaan memberikan kesan ruang pada model sehingga gambar tampak seperti gambar tiga dimensi.

Menggambar model (alam benda) menuntut ketepatan bentuk dan karakter objek yang akan digambar. Model gambar sebaiknya diletakkan sesuai dengan jarak pengamatan mata kita. Model diletakkan tidak terlalu jauh dari pandangan agar kita bisa mengamati detail dari setiap objek yang digambar. Dalam menggambar, dapat menggunakan bidang gambar berupa kertas atau kanvas. Alat dan bahan yang digunakan adalah pensil, charcoal (arang), pensil warna, krayon, cat air, cat akrilik, dan cat minyak.

Prinsip-Prinsip Menggambar Model

Proses menggambar model memerlukan pengamatan yang baik pada objek yang digambar. Pengamatan ini sangat penting supaya gambar dapat terlihat baik, menarik, dan memi l iki keindahan. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menggambar model adalah komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan. Penjelasan tentang prinsip menggambar dapat dijelaskan berikut.

a. Komposisi

Komposisi merupakan cara kita menyusun dan mengatur objek gambar yang digunakan sebagai model gambar sehingga hasil gambar tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk objek gambar, warna objek gambar, jenis objek gambar, dan latar belakang gambar. Beberapa contoh bentuk komposisi dapat dilihat pada pola yang disusun berikut ini.
1) Komposisi Simetris
Menggambar Model
Benda atau model yang menjadi objek gambar diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanannya dan memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya
2) Komposisi Asimetris
Menggambar Model

Pada posisi asimetris, benda diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun ukurannya namun demikian masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan antarbenda atau objek gambar
3) Komposisi Sentral
Menggambar Model

Pusat perhatian benda atau objek model gambar terletak di tengah- tengah bidang gambar. Penempatan model diatur sesuai dengan proporsi bentuk model dan diatur seimbang dan memiliki kesatuan antarbenda.

b) Proporsi

Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek model gambar yang dapat diamati (contoh gambar).
Menggambar Model

c) Keseimbangan

Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.
Menggambar Model

Petunjuk Tahapan Berkarya

Karya kerajinan yang baik kualitasnya dihasilkan melalui proses penciptaan yang benar. Oleh sebab itu, proses penciptaan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Dalam pembuatan produk kerajinan, kamu perlu memahami seperti apa membuat karya yang berkualitas. Proses penciptaannya harus mengacu pada persyaratan yang disebut prinsip ergonomis, yaitu seperti berikut.

1. Kegunaan (utility)

Benda kerajinan harus mengutamakan nilai praktis, yaitu dapat digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan, contoh: mangkuk untuk wadah sayur.

2. Kenyamanan (comfortable)

Benda kerajinan harus menyenangkan dan memberi kenyamanan bagi pemakainya, contoh: cangkir didesain ada pegangannya.

3. Keluwesan (flexibility)

Benda kerajinan harus memiliki keserasian antara bentuk dan wujud benda dengan nilai gunanya, contoh: sepatu sesuai dengan anatomi dan ukuran kaki.

4. Keamanan (safety)

Benda kerajinan tidak boleh membahayakan pemakainya, misalnya piring keramik harus mempertimbangkan komposisi zat pewarna yang dipakai tidak berbahaya jika digunakan sebagai wadah makanan.

5. Keindahan (aestetic)

Benda yang indah selalu sedap dipandang dan menarik perhatian. Keindahan sebuah benda dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya dari bentuk, hiasan atau ornamen, dan bahan bakunya.

Tahapan Berkarya Kerajinan dari Bahan Alam

a. Perencanaan

1) Menentukan bahan dan fungsi karya kerajinan dari bahan alam.
2) Menggali ide dari berbagai sumber.
3) Membuat sketsa karya dan menentukan sebuah karya terbaik dari sketsa.

Identifikasi Kebutuhan

Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.

Ide/Gagasan

Siswa akan membuat karya kerajinan wadah pensil dari bahan alam yang ringan, namun kuat serta tahan lama. Hasil penggalian ide/gagasan dari berbagai media, siswa tertarik pada kerajinan yang terbuat dari bahan dasar rotan.
 Pembuatan sketsa karya dan memilih yang terbaik

b. Pelaksanaan
1) Menyiapkan bahan dan alat
 

2) Membuat karya kerajinan

c) Langkah-langkah pembuatan karya
1. Rendam rotan petrik/pitrit ke dalam baskom berisi air, sebentar saja hanya ingin memudahkan membentuk petrik agar tidak mudah patah. Dapat pula direndam pada air sepuhan warna/ wantex agar rotan berwarna.
2. Ambil bilahan rotan sebanyak 3 lembar ukuran panjang 40 cm. Susun menyilang. Pada bagian 2 lembar tambahkan 1 lembar yang panjang untuk dijadikan pakan (rotan yang berjalan).
3. Buatlah sumbu yang dimulai pada bagian tengah, melilit seperti obat nyamuk. Jika sudah 3 putaran, bukalah jaring-jaring untuk memulai anyaman.

4. Ketika sudah mencapai lingkaran yang dikehendaki, mulailah dengan menegakkan jari-jari (lungsin), agar terbentuk anyaman 3 dimensi. Jika habis, rotan dapat ditambah dengan cara menyelipkan saja.

5. Jika sudah berdiri, mulailah melilitkan kembali pakan hingga mencapai tinggi dan bentuk yang dikehendaki. Lalu, selipkan cetakan agar bentuk dapat terlihat rapi.

6. Lanjutkan anyaman hingga ketinggian tertentu yang dikehendaki, lalu buatlah bentuk sesuai sketsa yang telah kamu tentukan.

7. Gunting sisa jaring-jaring dengan ukuran tertentu. Bagian atas perlu dikunci dengan cara sisa jaring-jaring ditekuk ke dalam atau diselipkan pada anyaman bagian atas hingga ke dalam.

8. Berilah warna yang sesuai selera.
9. Wadah pensil telah selesai. kita dapat mengunakannya untuk menempatkan alat tulis agar lebih rapi.
10. Evaluasi
- Menguji dan mengevaluasi karya. - Jika karya ingin dijual, dapat diberi kemasan pembungkus dari plastik
Saturday, November 9, 2019

Bahan dan Alat Penjernih Air dengan Bahan Alam

Bahan dan Alat Penjernih Air dengan Bahan Alam
Pemilihan bahan penjernih air yang menggunakan cara penyaringan akan menentukan baik tidaknya hasil penjernihan air yang akan kita gunakan. Bahan penyaring adalah suatu material yang dapat menyerap berbagai kotoran, zat kimia, dan polutan lain yang ada di dalam air. Bahan penyaring dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bahan alam dan bahan buatan.
Alat penyaring air sederhana mudah kita buat dengan bahan yang ada di sekitar kita dan dengan menggunakan peralatan tangan yang kita miliki. Lihat ilustrasi disamping. Bahan yang dibutuhkan hanya arang, kerikil besar dan kecil, pasir, ijuk seta jerami.

Teknik Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Alam

Untuk membuat alat penjernih air, dibutuhkan kemampuan teknik sebagai berikut.

a. Memotong
Membagi bahan yang akan digunakan sesuai ukuran bahan. Bahan yang berbeda akan menentukan jenis alat pemotong yang berbeda pula. Misalnya: memotong kawat menggunakan tang potong, sedangkan memotong kayu menggunakan gergaji.

b. Melubangi
Membuat lubang pada bahan sesuai ukuran dengan bantuan alat seperti bor, pisau raut, paku atau apa saja dengan ketentuan lobang rapi dan tidak pecah.

c. Menyambung
Menyambung merupakan hal penting dalam membuat produk termasuk membuat alat penjernih air. Teknik menyambung dapat dilakukan dengan mengelem, mengelas, menyekrup, mengikat dan yang lainnya, bergantung pada karakter bahan yang akan disambung dengan harapan menghasilkan sambungan yang kuat dan baik. Menyambung dengan teknik mengelem tidaklah mudah. Hal yang harus diperhatikan pada saat mengelem adalah media apa yang akan dilem karena lem mempunyai karakter yang berbeda, contohnya lem kertas, lem plastik, besi, kayu, lem karet.

Prosedur Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Alam

Pembuatan alat penjernih air dilakukan melalui prosedur atau tahapan sebagai berikut.

Menentukan atau memutuskan model bentuk dan ukuran alat penjernih air yang akan dibuat, setelah sebelumnya melakukan pengamatan alur cara kerja penjernihan air baik melalui trainer, internet atau informasi alat penjernih air yang ada di daerah.
  1. Membuat sketsa gambar benda yang akan dibuat dan gambar teknik yang dilengkapi dengan ukuran.
  2. Menentukan dan menyiapkan alat tangan (hand tools) yang akan digunakan dan bahan alam apakah yang diperlukan sebagai penyaring serta sebagai wadah air, saluran penghubung pipa, selang atau bambu maupun keran yang dibutuhkan.
  3. Menentukan langkah membuat alat penjernih air, yaitu menentukan bagian mana yang akan dibuat terlebih dahulu.
  4. Membuat dan merakit alat penjernih air, sesuai rencana.
  5. Menguji merupakan bagian penting dalam pembuatan alat penjernih air dn dilanjutkan dengan menyempurnakan.

Membuat Alat Penjernih Air dari Bahan Alam

Tahap Pertama Membuat alat Penjernihan
Hal pertama yang harus dipikirkan pada saat akan membuat alat penjernihan air adalah sebagai berikut:
  1. Alat penjernih air yang akan dibuat harus dapat menjawab permasalahan yang dihadapi, apakah menyaring lumpur atau menyaring kuman, menyaring zat besi, atau ketiganya.
  2. Untuk ditempatkan di manakah alat penjernih air yang akan dibuat: apakah digunakan di sekolah, rumah, atau untuk satu kelompok masyarakat.
  3. Bahan penyaring apakah yang dapat melakukan penyaringan fisika/mekanis yang harus disiapkan?
  4. Pada alat penjernih air apakah bahan penyaringan mudah dibersihkan.
Tahap kedua membuat gambar:
  1. Membuat disain/sketsa alat penjernih air yang akan dibuat, disesuaikan dengan kebutuhan.
  2. Membuat gambar teknik lengkap dengan ukurannya.
  3. Menentukan langkah kerja.
  4. Menuliskan alat yang akan digunakan.
Tahap ketiga adalah mulai membuat alat penjernih air:
  1. Membuat pipa penyaringan.
  2. Membuat penampung air kotor.
  3. Membuat penyaring air yang berisi lapisanlapisan bahan penyaring dengan urutan yang tepat. Bahan penyaring dapat disesuaikan dengan yang ada di daerah. Bahan-bahan yang biasanya digunakan adalah batu, pasir, kerikil, arang tempurung kelapa, arang sekam padi, tanah liat, ijuk, biji kelor, dan lain-lain. Peralatan yang digunakan juga dapat dipilih sesuai alat yang tersedia di sekolah atau rumah masing-masing.
  4. Menyiapkan penampungan air bersih, untuk hal itu tidak terlalu sulit untuk disiapkan yang penting tidak bocor dan ukurannya memadai.

Alat Penjernih Air dari Bahan Alam

Bumi memiliki kuantitas air yang melimpah. Tiada kehidupan di atas bumi ini dapat berlangsung tanpa kehadiran air. Meskipun 3/4 permukaan bumi tertutupi oleh air, namun ketersediaan air bersih yang siap dikonsumsi saat ini sudah tidak mampu mencukupi kebutuhan manusia. Pertumbuhan penduduk yang besar serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang masih rendah menyebabkan persediaan air tawar yang bersih dan sehat makin berkurang. Air sebagai salah satu unsur penting di dalam proses metabolisme tubuh manusia dan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup merupakan anugerah dari Tuhan yang harus kita jaga. 
Pernahkah Anda berpikir seandainya di bumi ini sudah tidak ada air? Dapatkah kita tetap hidup? Tentu tidak. Oleh karena itu, sebagai perwujudan rasa syukur, kita wajib menjaga, memelihara, dan melestarikan ketersediaan air bersih. Air yang masih bisa kita gunakan sekarang merupakan hasil pelestarian leluhur kita. Hal ini seharusnya kita ikuti untuk kehidupan generasi penerus berikutnya. Upaya yang dapat kita lakukan dalam menjaga ketersediaan air bersih dan sehat adalah menjaga lingkungan, disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, pelestarian hutan sebagai sumber air, hemat menggunakan air, dan perilaku yang ramah lingkungan.
Permasalahan kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kering tiba karena pada musim hujan air tidak terserap ke dalam tanah dengan baik. Akibatnya, ketika musim hujan tiba, banyak air yang tercemar limbah dan keruh yang menyebabkan berkurangnya kualitas air tawar seperti dapat dilihat dari perubahan warna, rasa dan berbau akan mempengaruhi kualitas hidup di masyarakat. 
Menghadapi permasalahan air tersebut, kita dituntut untuk mengatasinya dengan mengubahnya menjadi air yang bersih dan sehat dengan rekayasa alat penjernih air.
Air bersih dan sehat yang dapat dikonsumsi ialah tawar, tidak bau, jernih dan mengandung mineral yang aman bagi manusia. Pencemaran air dapat terjadi karena sampah padat seperti plastik, kayu, limbah kimia dari buangan rumah tangga dan industri, pertanian, lumpur akibat erosi serta bakteri berbahaya akibat pembusukan dan sebab yang lainnya.

Mengenal Jenis-Jenis Penjernih Air dari Bahan Alam

Pengolahan air bersih dapat dilakukan dengan cara fisika (mekanik) dan kimia. Pengolahan air secara fisika dilakukan melalui teknik menghambat, mengendapkan, menyaring, dari sampah dan bahan fisik. Pengolahan air secara kimia dilakukan dengan membunuh kuman dan mengendapkan lumpur pencemar dengan bahan kimia seperti Polly Aluminium Clorida ( PAC), tawas, dan kaporit. Berikut ini tahapan umum dari penjernihan air yang sering dibuat oleh masyarakat, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, dan adsorbs.

1. Penyaringan

Penyaringan atau filtrasi merupakan proses pemisahan padatan yang terlarut di dalam air. Pada proses ini, filter berperan memisahkan air dari partikel-partikel padatan. Bahan padatan yang disaring untuk dipisahkan dari air antara lain kayu, daun, pasir, dan lumpur.

2. Pengendapan

Pengendapan bertujuan untuk memisahkan air dan partikel-partikel padat yang terdapat di dalam air dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Benda atau padatan yang berat jenisnya lebih besar daripada air akan mengendap di dasar bak pengendapan.

3. Absorbsi

Absorbsi merupakan peristiwa penyerapan bahan-bahan tertentu yang terlarut di dalam air. Bahan yang digunakan untuk menyerap disebut absorben. Absorben inilah yang akan digunakan sebagai filter. Umumnya absorben yang digunakan adalah karbon aktif. Contoh absorben adalah arang batok/tempurung kelapa dan batu bara.

4. Adsorpsi

Adsorpsi merupakan proses penangkapan ion-ion yang terdapat di dalam air. Zat penangkap ion disebut sebagai adsorben. Adsorben yang biasa digunakan dalam proses adsorpsi adalah zeolite dan resin.

Sebagai bahan informasi tambahan, Siklus air dibumi atau siklus hidrologi merupakan peristiwa alam di mana air berputar pada siklus tertentu yaitu air dari bumi naik ke permukaan bumi akibat penguapan yang disebabkan karena cahaya matahari, dan pada akhirnya air yang ada di atas pemukaan bumi akan turun kembali ke bumi dalam bentuk hujan dan embun, dalam proses perputaran tersebut air mengalami beberapa perubahan wujud seperti menguap, mengembun dan mencair.
Wednesday, November 6, 2019

Bagaimana Cara Membuat Kerajinan dari Tanah Liat?

Salah satu jenis Kerajinan yang dihasilkan dari Bahan Alam adalah keramik, karena keramik terbuat dari tanah liat, Nah untuk itu pada kesempatan kali ini akan dibahas bagaimana membuat Kerajinan yang terbuat dari tanah liat. Salah satu nya adalah Keramik.

Asal Kata Keramik.

Kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat biasa dikenal orang dengan kerajinan keramik. Asal kata keramik adalah keramos (bahasa Yunani) yang artinya benda pecah belah yang terbentuk dari tanah liat dan telah mengalami proses pembakaran. Dalam pembuatan keramik, tanah liat memiliki sifat plastis sehingga mudah dibentuk. Setelah itu, dapat dibakar dalam tingkat pembakaran suhu 600 oC sampai 1.300 oC sesuai jenis tanah liatnya sehingga tanah liat menjadi keras, padat, dan kedap air.
Indonesia memiliki kerajinan keramik dari berbagai daerah yang berciri khas. Setiap daerah mempunyai keunikan dari bentuk, teknik hingga ragam hias yang ditampilkannya. Kekayaan hayati di Indonesia telah menginspirasi keindahan dan keunikan bentuk kerajinan keramik menjadi keramik Indonesia yang kental akan corak budaya yang membedakannya dengan keramik China, Jepang, atau Eropa.

1) Bahan Pembuatan Keramik

membuat Kerajinan dari tanah liat
  Aneka tanah liat berbagai warna

2) Alat Pembuatan Keramik

membuat Kerajinan dari tanah liat

3) Teknik Pembuatan Keramik

a. Teknik Pijat Tekan
Teknik pijit tekan (pinch) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual. Caranya tanah liat dipijit tekan dari bentuk bola menjadi bentuk yang diinginkan dengan menggunakan jari-jari tangan.
membuat Kerajinan dari tanah liat

b. Teknik Pilin
Teknik pilin (coil) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual caranya tanah liat digulung hingga terbentuk pilinan tanah.
membuat Kerajinan dari tanah liat
c. Teknik Lempengan
Teknik lempengan (slab) adalah teknik pembentukan badan keramik secara manual dengan membentuk lempengan menggunakan rol. Lempengan digunakan untuk membuat karya keramik yang berbentuk persegi atau silinder.
membuat Kerajinan dari tanah liat
d. Teknik Cetak
Teknik pembentukan dengan acuan alat cetak dapat digunakan untuk memproduksi produk kerajinan keramik dalam jumlah yang banyak, dan waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Teknik cetak meliputi: cetak padat dengan teknik press (tekan) dan cetak basah atau cair dengan teknik cor.
Proses cetak kering dengan teknik press/tekan
membuat Kerajinan dari tanah liat
 Proses cetak basah dengan teknik cor

membuat Kerajinan dari tanah liat

membuat Kerajinan dari tanah liat
e. Teknik Putar
Teknik pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki (kickwheel) dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris.
Hasil karya tanah liat dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat terbuka tidak terkena sinar matahari secara langsung. Jika sudah kering, karya dapat dibakar menggunakan tungku keramik, dengan bahan bakar yang bervariasi seperti gas, kayu, minyak tanah atau listrik. Keramik yang dibentuk sudah dapat diberi dekorasi pada saat setengah kering atau saat sudah mengalami pembakaran pertama (bisque). Dekorasi bertujuan agar keramik tampak lebih indah dan kuat. Keramik dari tanah liat bakaran tinggi, dapat dihias dengan pewarna glasir. Glasir adalah lapisan keras yang berkilap pada lapisan produk keramik. Jika menggunakan pewarna glasur, keramik harus dibakar secara khusus, yaitu dibakar dua kali, pertama pembakaran bisquit hingga 900 oC, lalu diglasir dan dibakar kembali hingga suhu 1.200-1.300 oC.

Kerajinan dari Bahan Logam dan Batu

Kerajinan-kerajinan tangan tangan tidak hanya terbuat dari bahan-bahan alam seperti kayu, tanah liat dan Serat alam saja, tetapi juga sebetulnya masih banyak lagi kerajinan-kerajinan yang terbuat dari bahan lain, misalnya Logam dan Batu.

Kerajinan Dari Bahan Logam

Keterampilan atau kerajinan dari bahan buatan yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, seperti: emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan maupun Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatra Barat, dan Bali. Untuk mengetahui daerah asal penghasil jenis logam lainnya, gunakan alat penelusuran google.com untuk dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber.

Bahan alam logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau aksesori kemudian berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti: gelas, teko, wajan, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Logam memiliki sifat keras sehingga dalam pengolahannya memerlukan teknik yang tidak mudah, seperti diolah dengan teknik bakar/pemanasan dan juga tempa.
1)Bahan Kerajinan Logam.
Bahan-bahan kerajinan yang terbuat dari bahan logam diantaranya adalah emas, perak, dan aluminium.
2) Aneka Produk Kerajinan Logam

Kerajinan Dari Bahan Batu

Bumi Indonesia terhampar luas ragam bebatuan yang berkilau dan beraneka warna. Turis mancanegara kagum dengan warna warni bebatuan Indonesia. Daerah Martapura, Kalimantan merupakan penghasil batu warna yang dinilai sangat unik, Tulungagung menghasilkan batu marmer, Pacitan menghasilkan batu mulia beraneka ragam bentuk dan warna. Banyak daerah di Indonesia menjadikan bebatuan warna sebagai produk kerajinan seperti: aksesori pelengkap busana, juga sebagai penghias benda, penghias interior dan eksterior. Teknik pengolahan batu warna sebagai produk kerajinan harus digerinda dahulu, kemudian dirangkai. Untuk interior dan eksterior, digunakan teknik pahat dan ukir.

1) Bahan dan Alat Kerajinan Batu
Bahan dan alat kerajinan berbahan batu : batu-batuan, gerinda, dan kerajinan batu paras.
2) Aneka Produk Kerajinan dari Batu
Mengapa manik-manik dipakai oleh suku Dayak, beberapa alasan ini sangat penting untuk diketahui.
1. Manik-manik adalah salah satu perhiasan/aksesori khas yang digunakan suku Dayak sejak masa lalu, turun-temurun dari nenek moyang mereka.
2. Penggunaan manik-manik didasarkan sebagai ungkapan rasa syukur,  kegembiraan, dan selamat datang kepada para rekan/tamu yang  berkunjung ke kediaman mereka.
3. Suku Dayak pada dasarnya adalah manusia yang ramah dan suka berkawan. Mereka sangat menghormati kerabat dan tamu yang datang mengunjungi mereka.
4. Warna-warna khas Kalimantan yang terdapat pada manik-manik memiliki pengertian tersendiri.
Arti Warna dalam kerjinan manik-manik khas kalimantan. 
Kuning = bahenda, makna keagungan,  
merah = bahandang, makna keberanian, 
hitam = babilem, makna kepekaan,
hijau = bahijau, makna, kesuburan, dan 
putih = baputi, makna kesucian.