Showing posts with label Kelas Umum. Show all posts
Showing posts with label Kelas Umum. Show all posts
Thursday, October 31, 2019

Kesultanan Samudra Pasai

Kesultanan Samudra Pasai
Samudra Pasai didirikan oleh Marah Silu yang bergelar Sultan Malik as-Saleh pada abad ke-13 dan terletak Lhokseumawe, pantai timur aceh (dekat dengan selat Malaka). Kesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam.
Belum banyak bukti arkeologis kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Namun, beberapa sejarawan mulai menulusuri keberadaan kerajaan ini bersumber dari hikayat raja-raja pasai yang dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan beberapa koin berbahan emas dan perak yang tertulis nama rajanya. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ilal-masyriq Pengembaraan Ketimur) Karya Abdullah ibn Batuthah, seorang musyafir dari maroko yang sempat singgah ke negeri ini pada tahun 1345.

Raja-raja kesultanan samudra pasai adalah sultan Malik as-Saleh, sultan Muhammad (Malik al-thahir), sultan Akhmad (Malik Az-zahir) dan Zainal Abidin.

Kejayaan Samudra Pasai adalah pada masa kesultanan Malik al-Tahir II dengan salah satu buktinya adalah bahwa samudra Pasai menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Agama Islam.

Menurut Marcopolo dari Venesia, Samudra Pasai berasal dari pusat kesultanan yang dulunya di samudra kemudian dipindahkan ke Pasai.

Secara geografis, Kesultanan Pasai memiliki batas wilayah dengan pegunungan tinggi disebalh selatan dan timur, serta jika terus ke timur berbatasan dengan kerajaan Aru, sebelah utara berbatasan dengan laut, sebelah barat berbatasan dengan dua kerajaan Nakur dan Lide.

Pusat pemerintahan kesultanan pasai terletak antara Kreung Jambo Aye (sungai jambu air) dengan Krueng Pase (sungai pasai).

Anehnya kerajaan ini tidak memiliki benteng pertahanan dari batu tetapi hanya memagari kotanya dengan kayu yang berjarak beberapa kilometer dari pelabuhannya. Pada kawasan inti kerajaan, terdapat masjid , pasar dan dilalui sungai tawar yang bermuara kelaut, yang meskipun muaranya besar namun ombaknya menggelora dan mudah mengakibatkan kapal terbalik. Mungkin ini berhubungan dengan penamaan Lhokseumawe yang artinya "teluk yang airnya berputar-putar".

Dalam bidang Agama dan budaya, islam merupakan agama yang dianut oleh masyarakat pasai meskipun pengaruh Hindu dan Buddha turut mewarnai masyarakat ini. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa sosial budaya masyarakat pasai mirip dengan Malaka, baik itu dari bahasa maupun tradisi pada upacara kelahiran, perkawinan dan kematian. Kesamaan ini yang memungkinkan dalam mempermudah penerimaan islam di Malaka. Hubungan yang akrab ini juga dipererat dengan adanya pernikahan antara putri pasai dengan raja malaka sebagaimana diceritakan dalam Sulalatus Salatin.

Menjelang akhir masa pemerintahan kesultanan pasai terjadi beberapa pertikaian yang mengakibatkan perang saudara. Dalam Salalatus Salatin diceritakan Sultan pasai meminta bantuan kepada sultan malaka untuk meredam pembenrontakan tersebut. Namun, kesultanan pasai runtuh setelah ditaklukkan oleh Portugal pada tahun 1521 yang sebelumnya telah menaklukkan Kesultanan Malaka pada tahun 1511

Penjernihan Air dari Bahan Buatan

Kali ini kelasmat akan sharing sedikit mengenai Penjernihan Air dan Bahan Buatan. Tujuan penjernih air dari bahan buatan sama seperti penjernih dari bahan alam yaitu untuk mendapatkan air bersih. Pengolahan air bahan buatan tetap dilakukan secara fisika melalui beberapa tahapan, yaitu penyaringan, pengendapan, absorbsi, adsorbsi, dan ditambah dengan unsur bahan buatan manusia berupa bahan kimia. Perbedaannya adalah pada bahan yang digunakan, yaitu bahan buatan contohnya tawas dan bubuk kapur.

Bahan dan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Selain bahan alam, bahan penyaring ada yang buatan atau hasil rekayasa. Beberapa bahan buatan yang dapat digunakan untuk menyaring air adalah sebagai berikut.
a. Klorin tablet digunakan untuk membunuh kuman, virus, dan bakteri yang hidup di dalam air.
b. Pasir aktif biasanya berwarna hitam dan digunakan untuk menyaring air sumur bor dan sejenisnya.
c. Resin Softener berguna untuk menurunkan kandungan kapur dalam air.
d. Resin Kation biasa digunakan untuk industri air minum, baik usaha air minum isi ulang maupun Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (PAMDK).
e. Pasir zeolit berfungsi untuk penyaringan air dan mampu menambah oksigen dalam air.
f. Pasir mangan berwarna merah dan digunakan untuk menurunkan kadar zat besi atau logam berat dalam air.
g. Pasir silika digunakan untuk menyaring lumpur, tanah, dan partikel besar atau kecil dalam air dan biasa digunakan untuk penyaringan tahap awal.
h. Karbon aktif atau arang aktif adalah jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang besar sehingga dapat menyerap kotoran dalam air.
i. Tawas dan kaporit yang sering digunakan di kolam renang.
j. Polyaluminium Clorida (PAC), dapat mengendapkan lumpur dalam air.

Penggunaan alat dan bahan buatan perlu dipelajari agar tidak menimbulkan masalah karena sifat bahan kimia untuk penyaringan tersebut. Ketersediaan bahan kimia yang digunakan bergantung pada daerah masing-masing. Maksudnya tidak pada semua daerah bahan kimia dapat ditemukan dengan mudah. Penyaringan dengan bahan buatan (Aluminium Chlorohydrate) AlClOH cara kerjanya sebagai penggumpal (koagulan) pada air yang keruh sehingga partikel lumpur terikat dan diendapkan di dasar bak atau tempat penampung, air di bagian atas menjadi jernih, namun prosesnya memerlukan waktu yang cukup.

Teknik Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Teknik pembuatan alat penjernih air bahan buatan sebenarnya lebih mudah, yaitu dengan menyiapkan bak atau tempat penampung air kotor yang memadai dan diberi pengaduk bahan kimia, selanjutnya disiapkan bak pengendap dan penampung air bersih. Pembuatan hal tersebut pasti akan menerapkan teknik melubangi, menyambung, memotong yang baik agar alat penjernih air tidak bocor.

Prosedur Pembuatan Alat Penjernih Air dengan Bahan Buatan

Penjernihan air dengan bahan buatan biasanya digunakan pada daerah yang memiliki tingkat kekotoran air yang cukup tinggi. Kekotoran yang dimaksud seperti tercampur salah satu atau lebih bahan pencemar (polutan) seperti lumpur, zat pewarna, dan kuman dan yang lainnya
Prosedur pembuatan alat penjernih air bahan buatan harus melalui tahanpan survei bahan baku air yang akan dijernihkan sehingga dapat digunakan bahan kimia yang tepat. Penggunaan bahan buatan atau kimia cukup dengan kuantitas yang sedikit dicampurkan pada tempat penampungan yang besar sehingga lebih hemat dan aman. Penggunaan bahan kimia penjernih yang berlebihan tidak dianjurkan. Endapan lumpur pencemar harus sering dibersihkan.

Bagaimana cara Membuat Penjernih Air dengan Bahan Buatan?

Apabila kita berenang di kolam renang, terkadang masih tercium bau ataupun rasa yang berbeda pada air kolam. Bau dan rasa tersebut berasal dari kaporit. Mengapa air kolam menggunakan kaporit? Karena kaporit merupakan salah satu bahan buatan atau bahan kimia yang dapat digunakan untuk menjernihkan air.
Bahan kimia yang digunakan untuk menjernihkan air tidak menimbulkan gangguan kesehatan apabila terminum oleh kita asalkan sesuai dengan petunjuk penggunaan bahan. Beberapa bahan buatan yang sering dan banyak digunakan di masyarakat, antara lain adalah tawas, kaporit, dan batu gamping atau batu kapur, Polyaluminium chlorida (PAC), Tawas dan batu gamping berfungsi untuk mengendapkan kotoran yang ada di air, tetapi tidak membunuh kuman atau zat kimia lain. Kaporit berfungsi untuk membunuh kuman, virus, dan bakteri di dalam air, tetapi tidak dapat mengendapkan kotoran. Arang tempurung atau batok kelapa berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa tidak enak, dan menjernihkan air. Bahan buatan lain yang juga dapat digunakan, contohnya filter ultraviolet dan keramik.

Tahapan Pembuatan Penjernih Air dengan Bahan Buatan

1. Perencanaan
  1. Identifikasi kebutuhan
  2. Satu buah penjernih air dari bahan buatan.
  3. Perencanaan fisik
Pembuatan berdasarkan bahan dan alat yang tersedia di sekitarmu dan dibuat secara efisien sehingga tidak memakan tempat penggunaan.

2. Persiapan

Penjernihan air dengan bahan buatan, yaitu dengan menggunakan tawas, kaporit, dan batu kapur.
1. Atur takaran atau dosis bahan kimia untuk penjernih air, tidak berlebihan misalnya untuk ukuran bak mandi cukup dengan satu sendok teh PAC.
2. Gunakan alat bantu (masker) saat pencampuran atau pengolahan bahan buatan agar serbuk bahan buatan tidak terhirup.

Bahan

Bahan penjernih yang digunakan, sama seperti penjernihan dengan bahan alam, yaitu potongan bata, ijuk, arang tempurung kelapa, pasir, dan kerikil. Tetapi, ditambahkan bahan buatan seperti tawas, kaporit, dan batu kapur.

Alat

2 buah drum plastik kapasitas 100 liter atau bak Paralon/pipa PVC, diameter 1/2 inci, Pengaduk dari kayu, Ember dan keran, Lem pipa, Selotip, Tali plastik, dan gergaji

3. Proses PembuatanLangkah-langkah/prosedur kerja
a. Pemasangan keran dengan drum atau pembuatan bak penampungan dapat dibantu oleh orang dewasa sehingga hasilnya lebih baik. Pemasangan bahan penjernih bisa dilakukan sendiri.
b. Siapkan bahan penjernih buatan antara lain kaporit 0,20 gram, batu kapur 2 gram, dan tawas 2 gram. Cairkan bahan tersebut masing-masing dalam satu buah sendok makan.
c. Persiapkan bak atau drum air untuk tempat pengendapan yang dapat menampung air keruh sekitar 20 liter atau sesuai kebutuhan. Kemudian kaporit, batu kapur, dan tawas yang sudah dicairkan dimasukkan ke dalam bak tersebut dan diaduk lima menit, diamkan 10 menit. Pada saat pengendapan dan pengadukan, lubang bak atau drum harus disumbat d. Setelah didiamkan 10 menit, sumbat dibuka dan alirkan air keruh tersebut ke bak penyaring yang berisi pecahan genting/bata, pasir, kerikil, ijuk, dan arang tempurung kelapa. Tebal pecahan genteng 2-5 cm, pasir 15 cm, kerikil 5 cm, ijuk 5 cm, arang 10 cm, dan ijuk lagi 5 cm. e. Air hasil penyaringan ditampung dalam ember atau bak yang bersih dan dapat dipergunakan. Hal yang perlu diingat, apabila untuk diminum, air harus dimasak lebih dahulu.

Skema prosedur kerja

perhatikan Skema prosedur kerja berikut ini:
Wednesday, October 30, 2019

Belajar Ala Permainan Jigsaw

Belajar Ala Permainan Jigsaw
Sesuai dengan janji saya yang akan mejawab pertanyaan Bagaimana cara menerepkan konsep belajar aktif didalam kelas? dalam tulisan sebelumnya yakni Perlunya belajar Aktif, maka kali ini saya mencoba memberikan jawaban mengenai cara-cara belajar aktif dikelas. Dan oleh karena itu, supaya tulisan ini lebih fokus, maka saya akan membahas salah satu cara terlebih dahulu Yaitu Belajar ala Permainan Jigsaw.

Pengertian Teknik Jigsaw

Belajar ala jigsaw merupakan teknik pembelajaran yang banyak dipraktikkan oleh para guru disekolah. Teknik ini serupa dengan pertukaran kelompok dengan kelompok, namun ada satu perbedaan penting, yakni tiap siswa mengajarkan sesuatu. Ini merupakan alternatif yang tepat bila ada materi yang bisa disegmentasikan atau dibagi-bagi dan bagian-bagiannya harus diajarkan secara berurutan. Tiap siswa memperlajari sesuatu yang bila digabungkan dengan materi yang dipelajari siswa yang lain akan membentuk kumpulan pengetahuan yang utuh atau keterampilan yang padu.

Prosedur

1. Pilihlah materi pembelajaran yang bisa dipecah menjadi beberapa bagian. Satu bagian materi bisa saja hanya sependek kalimat atau satu paragraf (jika materinya panjang). Perintahkan siswa untuk membaca tugas mereka masing-masing sebelum dimulai.

2. Hitunglah jumlah bagianyang hendak dipelajari dan bandingkan dengan jumlah siswa. Sebagai contoh, misalkan dalam sebuah kelas ada 12 siswa, dan dimisalkan bahwa anda bisa membagi materi pelajaran menjadi 3 segmen atau bagian. Jadi anda bisa membentuk kuartet (kelompok 4 anggota). Kemudian perintahkan kepada tiap kuartet/kelompok untuk membaca, mendiskusikan dan mempelajari materi yang mereka terima.

3. Setelah waktu yang ditentukan untuk mempelajari tugas masing-masing sudah habis, bentuklah kelompok-kelompok belajar ala jigsaw. kelompok tersebut terdiri dari perwakilan tiap kelompok kuartet tadi. Dalam contoh yang telah diuraikan pada no.2 tadi, anggota dari tiap kuartet dapat diberi no 1, 2, 3 dan 4 untuk tiap-tiap anggotanya. Kemudian bentuklah kelompok jigsaw dengan jumlah anggota yang sama yakni 4 siswa sehingga hasilnya ada empat kelompok trio atau tiga anggota. dalam masing-masing trio hanya akan ada satu siswa yang mempelari tiap segmen materi yang telah kita bagi tadi.

4. Perintahkan anggota kelompok jigsaw untuk mengajarkan satu sama lain apa yang telah mereka pelajari.

5. Perintahkan siswa untuk kembali keposisi semula dalam rangka membahas pertanyaan yang masih tersisa guna memastikan pemahaman yang lebih akurat.
Variasi

Anda dapat memberikan beberapa variasi berikut ketika melakukan pembelajaran dengan metode pembelajaran ala permainan jigsaw didalam kelas. 1. Berikan tugas baru, misalnya menjawab sejumlah pertanyaan yang didasarkan pada pengetahuan akumulatif dari semua anggota kelompok belajar jigsaw 2. Beri siswa tanggungjawab untuk mempelajari keterampilan, sebagai alternatif dari pemberian informasi. Perintahkan siswa untuk saling mengajarkan keterampilan yang telah mereka pelajari.
Sumber : Melvin L. Silberman
Tuesday, October 29, 2019

4 (Empat) Faktor yang Menyebabkan Penyakit

Faktor Penyebab Sakit
Allah dan Rosul melalui ayat-ayat dan hadistnya memberikan perhatian khusus pada kesehatan manusia. Bahkan Rosululloh menganggap sakit sebagai suatu kenikmatan setelah keselamatan yang juga harus disyukuri.

Sehat adalah suatu kondisi di mana segala sesuatu berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya. Atau dengan kata lain sehat merupakan suatu kondisi dimana terjadi suatu keseimbangan dalam diri seseorang, baik fisik, mental, emosi dan aspek spiritualnya. Sedangkan sakit, merupakan kebalikannya.

Sakit selain terjadi karena ketentuan Allah, juga akibat campur tangan manusia itu sendiri. Dimana apabila manusia tidak mengikuti aturan atau bertentangan dengan ilmu (ketentuan) Allah SWT sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasululloh yang kemudian kita kenal dengan istilah harmoni. Dan apa bila terjadi perubahan dan ketidakseimbangan maka akan menjadikan semuanya turut berubah.

Penyakit juga bukan saja bersumber dari kuman, virus atau patogen yang lain. Melainkan juga bersumber dari kelemahan sistem imunitas manusia itu sendiri.

Dan dalam pandangan Islam, Penyakit itu disebabkan oleh 4 faktor. Apa saja 4 faktor itu?

4 (Empat) Faktor yang menyebabkan Penyakit.

1. Toksin (Racun) yang tertimbun
Penumpukkan racun didalam tubuh manusia bisa berada di setiap organ. Dalam jangka waktu yang lama, racun tersebut akan melemahkan organ sehingga organ tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

2. Ketidakseimbangan Suhu

Ketidakseimbangan suhu pada tubuh seseorang, baik suhu tubuh menurun atau bertambah disebabkan oleh urinasi yang bermasalah. Selain itu juga berhubungan dengan sistem hormonal tubuh yang tidak seimbang yang akan menyebabkan sistem metabolisme tubuh mengalami gangguan.

3. Ketidakseimbangan Angin
Ketidakseimbangan angin didalam tubuh berawal dari terjadinya penumpukkan feses didalam usus besar sehingga tubuh mengalami auto-intoksikasi, yaitu tubuh mengalami proses meracuni dirinya sendiri. Racun yang dimaksud adalah gas yang dihasilkan oleh fermentasi dari feses yang tidak terbuang tersebut.

4. Ketidakseimbangan pikiran
Ketidakseimbangan pikiran yang dialami seseorang akan menyebabkan tubuh mengeluarkan berbagai jenis hormon yang akan melemahkan sistem imunitasnya. Diantaranya adalah hormon adrenalin dan hormon non adrenalin, hormon kartisol, hormon steroid dan sebagainya.

Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan penyakit dan obat,
dan menjadikan untuk kamu bahwa setiap penyakit ada obatnya.Oleh karena itu berobatlah,tetapi jangan berobat dengan yang Haram.

Kreasi dari Limbah Organik



Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan tanah air dengan beribu pulaunya karena anugerah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Sudah sepantasnyalah kita banyak bersyukur dan menjaganya agar dapat terpelihara untuk kehidupan generasi di masa depan. Limbah merupakan dampak dari adanya kehidupan. Akibat adanya limbah dapat menimbulkan bencana alam. Bencana alam yang sering dijumpai karena limbah pada lingkungan adalah banjir, pencemaran air dan udara. Agar pencegahan bencana tersebut dapat terlaksana maka diperlukan sebuah keahlian dalam menangani limbah. Sebagai pemuda yang mencintai tanah air dan bangsanya sudah tentu kamu harus peduli terhadap problematika seputar limbah ini.
Kreasi dari Limbah Organik

limbah di Indonesia telah dikelola melalui berbagai penelitian. Penelitian yang telah dilakukan oleh masyarakat di berbagai instansi, kelompok, atau perguruan tinggi diantaranya telah membuat proses pemisahan dan pengolahan limbah secara baik. Sebagai contoh; penelitian dari ITB yaitu penelitian limbah cair yang telah menghasilkan biogas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Pengolahan tentang limbah di pusat penelitian tersebut telah banyak menghasilkan temuan-temuan yang baru guna memperbaiki dampak lingkungan.

Sebagai generasi muda, kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan hidup perlu ditanamkan sejak dini. Tantangannya ke depan membutuhkan usaha dan kreativitas kita untuk memperbaiki kondisi lingkungan menjadi lebih baik. Pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan hidup perlu dipelajari lebih dalam sehingga solusi limbah untuk masa depan dapat teratasi berdasarkan analisa yang tepat dan akurat.

Perubahan perilaku terhadap pengolahan limbah seharusnya sudah mulai dapat dikondisikan melalui proses pemilahan organik dan nonorganik. Hal ini merupakan perilaku cerdas sebagai peningkatan kualitas hidup manusia. Partisipasi untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan serta kreativitas kita sangat dibutuhkan. Adakah diantaramu yang mau proaktif dalam memerangi limbah? Apakah yang akan terjadi limbah-limbah yang ada di bumi kita tercinta ini jika tidak kita olah? Berpikirlah sejenak tentang membuat karya kerajinan yang mungkin menjadi alternatif solusi dari permasalahan tersebut. Selain dapat mengurangi limbah di lingkungan sekitar, kerajinan dapat menjadi aset budaya bangsa yang dapat menambah devisa negara, yang artinya meningkatkan nilai ekonomi kreatif bangsa Indonesia. So, Jadilah pahlawan limbah!

Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman produk kerajinan Indonesia. Kerajinan Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas daerah setempat menjadi acuan yang dapat menjadi penyemangat dalam mengolah kerajinan dari bahan limbah organik ini. Sejak dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan ritual. Kini kerajinan berfungsi juga sebagai hiasan baik interior maupun ekterior. Berdasarkan pengetahuan terhadap limbah dan juga pengamatan kebutuhan masyarakat maka kerajinan dari bahan dasar limbah dapat dibuat dengan berbagai bentuk dan fungsinya.

Bahan dan Proses Limbah Organik

Setiap makhluk hidup di bumi dalam proses kehidupannya merupakan kontributor terbesar dari sampah atau limbah. Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia sehari-hari maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah merupakan limbah padat, dengan sampah yang berserakan, tidak teratur di suatu tempat dapat membuat pemandangan menjadi tidak indah, menghasilkan bau tidak sedap dan tentunya dampaknya akan merusak lingkungan. Sampah padat hanya dapat diolah dengan cara dibuang lalu dibakar atau ditimbun dalam tanah sebagai bahan urukan permukaan tanah, untuk sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.


Limbah sendiri dari tempat asalnya bisa beraneka ragam, ada limbah dari rumah tangga, limbah dari pabrik-pabrik besar dan ada juga limbah dari suatu kegiatan tertentu. Pada kehidupan masyarakat yang semakin maju dan modern, peningkatan akan jumlah limbah semakin meningkat. Jika kita telusuri bahwa dahulunya manusia hanya menggunakan jeruk nipis untuk mencuci piring, namun sekarang manusia sudah menggunakan sabun yang mengandung zat kimia seperti deterjen (sodyum Lauryl Sulfate dan surfactant) sebagai pengganti jeruk nipis sehingga peningkatan akan limbah tak bisa di elakkan lagi. Tahukah Anda bahwa limbah terdiri dari beberapa kelompok?

Jenis-Jenis Limbah

Limbah dapat dikelompokkan kedalam 3 bagian, yaitu :

1. Berdasarkan wujudnya, limbah terdiri dari;

Limbah gas, merupakan jenis limbah yang berbentuk gas, contoh limbah dalam bentuk gas antara lain: Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), HCL, NO2, SO2. dan lain-lain.
Limbah cair, adalah jenis limbah yang memiliki fisik berupa zat cair misalnya: air cucian, air hujan, rembesan AC, air sabun, minyak goreng buangan, dan lain-lain.
Limbah padat, merupakan jenis limbah yang berupa padat, contohnya; kotak kemasan, bungkus jajanan, plastik, botol, kertas, kardus, ban bekas, dan lain-lain.

2. Berdasarkan sumbernya, limbah bisa berasal dari:

Limbah pertanian, limbah yang ditimbulkan karena kegiatan pertanian
Limbah industri, limbah yang dihasilkan oleh pembuangan kegiatan industri
Limbah pertambangan, limbah yang asalnya dari kegiatan pertambangan
Limbah domestik, limbah yang berasal dari rumah tangga, pasar, restoran dan pemukimanpemukiman penduduk yang lain.
Kreasi dari Limbah Organik

3. Berdasarkan senyawanya

Berdasarkan senyawanya, Limbah dibagi menjadi dua jenis;

a. Limbah organik,
merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk, limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya kulit buah dan sayur, kotoran manusia dan hewan.

b. Limbah anorganik,

adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk di uraikan atau tidak bisa membusuk, limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon, contoh limbah anorganik adalah plastik, beling, dan baja.

Jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan harus diidentifikasi terlebih dahulu. Setelah memahami jenis limbah kita dapat mengelompokkan jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Limbah organik memerlukan pengelolaan secara kreatif untuk dapat menghasilkan produk kerajinan yang bernilai tinggi.

Indonesia memiliki banyak bahan dasar limbah yang dapat dijadikan karya kerajinan. Produk kerajinan dari bahan limbah Indonesia yang beragam, kreatif, inovatif, dan selalu berkembang telah dikenal di mancanegara. Oleh sebab itu Indonesia dikenal sebagai negara eksportir terbesar kerajinan yang dibuat oleh tangan (handmade). 
Tangan-tangan terampil dan pemikiran kreatif inovatif karya anak bangsa cukup dikagumi oleh bangsa lain. Kita patut bangga akan hal tersebut. Beberapa foto karya dalam pameran yang dilakukan di beberapa tempat dapat menunjukkan betapa Indonesia kaya akan kerajinan dari limbah organik.
Thursday, October 24, 2019

Proses Kerja Otak Kita Pada Saat Belajar

Melengkapi tulisan saya yang kemarin mengenai Perlunya Belajar Aktif di kelas, maka kali ini saya akan membahas bagaimana cara otak kita bekerja. Kita tahu bahwa otak kita tidak berfungsi seperti piranti audio atau video tape rekorder. Informasi yang masuk akan secara kontinyu dipertanyakan oleh otak kita. Seperti yang saya kutip dalam sebuah buku karya Melvin L. Silberman, bahwa Otak kita akan selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti :
► Pernahkah saya mendengar atau melihat ini sebelumnya?
► Di bagian manakah informasi ini cocok? apa yang bisa saya kerjakan dengan nya?
► Dapatkah saya asumsikan bahwa ini merupakan gagasan yang sama yang saya dapatkan kemarin atau bulan lalu atau tahun lalu?

Tidak Sekedar Menerima Informasi, Otak juga Mengolahnya

Bagaimanakah Otak Kita Bekerja dalam Belajar?
Cara Kerja Otak
Otak tidak sekedar menerima informasi, tapi otak juga mengolahnya. Untuk dapat mengolah informasi secara efektif, otak akan terbantu dengan melakukan perenungan. Otak kita akan melakukan proses belajar yang lebih baik jika kita membahas informasi dengan orang lain dan jika kita diminta untuk mengajukan pertanyaan tentang itu. Itu sebabnya dalam tulisan saya sebelumnya yakni Perlunya belajar Aktif di Kelas, disebutkan bahwa:
Yang saya dengar, saya lupa
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat
Yang saya dengar, lihat dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai memahami
Yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan
Yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.

Namun, otak akan bekerja lebih baik lagi jika dapat melakukan sesuatu terhadap informasi itu. (Yang saya ajarkan, saya kuasai), dan dengan demikian kita bisa mendapatkan umpan balik tentang seberapa bagus pemahaman kita.

Proses Belajar Menurut John Holt

Menurut John Holt (1967), proses belajar akan meningkat apabila siswa diminta untuk melakukan hal-hal berikut:
  1. Mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri
  2. Memberikan contohnya
  3. Mengenalnya dalam bermacam bentuk dan situasi
  4. melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain
  5. Menggunakan dalam beragam cara
  6. memprediksikan sejumlah konsekuensinya
  7. Menyebutkan lawan atau kebalikannya.

Dalam banyak hal, otak tidak banyak berbeda dengan perangkat komputer, dan kita adalah pemakainya. Sebuah komputer tentunya perlu di "on" kan untuk bisa dipergunakan. Otak kita juga demikan. Ketika kegiatan belajar sifatnya pasif, otak kita juga tidak "on". Sebuah komputer membutuhkan software yang tepat untuk menginterpretasikan data yang dimasukkan. Otak kita juga perlu mengaitkan tentang apa yang diajarkan pada kita dengan apa yang telah kita ketahui. Itulah yang kita kenal sebagai proses berfikir.

Nah, kira-kira apa yang terjadi ketika guru menjejali siswa dengan pemikiran mereka sendiri tanpa melibatkan keterampilan siswa? Betapapun meyakinkannya penjelasan guru itu, jika dengan cara yang seperti itu maka justru akan mengganggu proses belajar siswa dan akhirnya siswa malah tidak akan mendapatkan apa-apa.

Kesimpulan

Tentu saja belajar tidak hanya kegiatan menghafal semata. Untuk dapat mengingat apa yang telah diajarkan, siswa harus mengolahnya atau memahaminya. Seorang guru tidak dapat dengan serta-merta menuangkan sesuatu kedalam benak para siswanya. Karena mereka sendirilah yang harus menata apa yang mereka dengar dan lihat menjadi satu kesatuan yang bermakna. Tanpa peluang untuk mendiskusikan, mengajukan pertanyaan, mempraktikan, dan barangkali mengajarkannya kepada teman-temannya, proses belajar yang sesungguhnya tidak akan tercapai dengan baik dan maksimal.


Perlunya Belajar Aktif di Kelas

Lebih dari 2400 an tahun silam, Konfusius menyatakan:
Yang saya dengar, saya lupa
Yang saya lihat, saya ingat
Yang saya kerjakan, saya Pahami.
Tiga pernyataan diatas patut dijadikan sebagai alasan mengapa begitu perlunya belajar aktif.
Nah dalam kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan mengapa perlu untuk membuat anak-anak didik kita belajar aktifi dikelasnya. Namun, sebelumnya saya ingin menjabarkan tiga pernyataan di atas agar lebih spesifik lagi.
Yang saya dengar, saya lupa
Yang saya dengar dan lihat, saya sedikit ingat
Yang saya dengar, lihat dan pertanyakan atau diskusikan dengan orang lain, saya mulai memahami
Yang saya dengar, lihat, bahas dan terapkan, saya dapatkan pengetahuan dan keterampilan
Yang saya ajarkan kepada orang lain saya kuasai.

Mengapa saya jabarkan menjadi seperti itu?

Perlunya Belajar Aktif di sekolah
Ada sejumlah alasan mengapa sebagian orang cenderung lupa dengan apa yang mereka dengar. Salah satu alasan yang paling menarik ada kaitannya dengan tingkat kecepatan bicara guru dan tingkat ketepatan pendengaran siswa.

Pada umumnya guru berbicara dengan kecepatan 100 hingga 200 kata permenit. Tapi berapa banyak kata yang bisa ditangkap dan diserap oleh siswa dalam permenitnya? ini juga tentu sangat berpengaruh dengan cara mereka mendengarkannya. Namun, ada beberapa orang yang menyebutkan bahwa rata-rata siswa saat berkonsentrasi mendengarkan, mereka hanya mampu menyerap sekitar 50 sampai 100 kata saja permenit atau sekitar separoh dari apa yang guru ucapkan. Hal ini dikarenakan siswa juga berpikir banyak dan mencerna apa yang guru bicarakan. apalagi jika gurunya yang cerewet yang kalau berbicara nyerocos seperti kaleng yang diisi batu kerikil kemudian digoncang-goncangkan dengan keras. Bisa anda bayangkan apa yang anda rasakan jika semua guru-guru anda seperti itu.

Besar kemungkinan siswa tidak akan bisa berkonsentrasi dengan baik, karena sekalipun materinya menarik, berkonsentrasi dalam jangka yang lama memang bukan berpakara yang mudah ditambah lagi dengan gurunya yang seperti itu.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh para pakar pendidikan yang terkenal didalam gerakan pendidikan kooperatif, yakni David dan Roger Johnson bersama Karl Smith, mengemukakan beberapa persoalan berkenaan dengan perkuliahan yang berkepanjangan bahwa :

- Perhatian Mahasiswa menurun seiring berlalunya waktu
- Cara kuliah seperti ini (Ceramah ) hanya menarik bagi peserta didik auditori
- Cara ini cenderung mengakibatkan kurangnya proses belajar tentang informasi aktual
- Cara ini mengasumsikan bahwa mahasiswa memerlukan informasi yang sama dengan -- langkah penyampaian yang sama pula
- Mahasiswa cenderung tidak menyukainya
Dengan menambahkan media Visual pada pemberian pembelajaran, ingatan akan meningkat 14 hingga 38 persen (dalam Pike, 1989). Ketika pengajaran memiliki dimensi auditori dan visual, pesan yang disampaikan akan menjadi lebih kuat. Dengan menggunakan kedua dimensi ini kita memiliki peluang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dari beberapa tipe siswa. Namun, demikan belajar tidaklah cukup dengan mendengarkan atau melihat sesuatu. Oleh karena itu seyogya nya belajar sudah harus menggunakan konsep Active Learning (belajar aktif).

Bagaimana cara menerepkan konsep belajar aktif didalam kelas? Banyak caranya. dan untuk mengenai caranya, akan saya bahas pada kesempatan yang lain. Untuk saat ini sekian dulu penjelasan mengapa perlunya menerapkan Belajar Aktif dikelas.

Wednesday, October 23, 2019

Socrates dan Plato Sang Pelopor HAM

Semua mahluk Tuhan memiliki hak, namun apakah hak asasi itu? ada yang menyebutkan bahwa hak asasi adalah hak paling mendasar yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Dari pendapat ini kita sebenarnya dapat melihat ada nilai kekurangannya. Mengapa? Karena apabila hak asasi itu kita terima sejak lahir, berarti bayi-bayi dalam kandungan tidak memiliki hak. Bukankah semua manusia termasuk bayi dalam kandungan juga memiliki hak asasi. Oleh karena itu lebih tepatnya, Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia mulai dari awal proses penciptaannya. Hak asasi melekat dalam diri manusia sebagai anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Hak asasi dimiliki manusia tanpa melihat perbedaan bangsa, ras, agama, atau jenis kelamin, karena itu bersifat mendasar (asasi). Hak asasi harus dipertahankan dengan tidak merugikan hak orang lain serta tidak menimbulkan gangguan. Seperti yang tertuang dalam Pasal 1 ayat (1) UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM, menyatakan bahwa:

Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijungjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.
Hak yang dimiliki setiap orang, tentunya tidak dapat dilaksanakan sebebas-bebasnya, karena ia berhadapan langsung dan harus menghormati hak yang dimiliki orang lain. Hak asasi manusia terdiri atas dua hak yang paling fundamental yaitu hak persamaan dan hak kebebasan. Tanpa adanya kedua hak ini maka akan sangat sulit untuk menegakan hak asasi lainnya.

Dalam perkembangan sejarah perjuangan hak asasi manusia Socrates dan Platodari Yunani Kuno dipandang sebagai pelopor dan peletak dasar hak asasi manusia. Dalam pembelajarannya dengan metode “Dialog” Plato mengajarkan untuk diakui dan ditegakkannya hak asasi manusia. Kesadaran akan pengakuan dan perlindungan HAM makin mengemuka ketika para raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya. 

Anda mungkin pernah menyaksikan film heroik seperti Hercules, Robinhood, Zoro dan Si Pitung berjuang melawan penguasa yang bertindak secara kejam terhadap rakyatnya. Perjuangan para pahlawan dalam film tersebut tentunya untuk menegakkan hak asasi manusia. Pencatatan nilai dan aturan HAM dimulai sejak lahirnya kode hukum Hammurabi. Kode hukum ini bertujuan untuk membawa keadilan bagi masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan penegakkan HAM mengalami perjuangan yang sangat panjang. Perkembangan dan perjuangan HAM dapat kita kaji sebagai berikut :

a. Magna Charta, tahun 1215 di Inggris

Magna Charta terlahir dengan dipelopori kaum bangsawan yang memaksa Raja mengeluarkan Magna Charta. Magna Charta berisi petugas keamanan dan pemungut pajak akan menghormati hak-hak penduduk, larangan penuntutan tanpa bukti-bukti yang sah, larangan penahanan, penghukuman, dan perampasan benda dengan sewenang-wenang. Apabila seseorang terlanjur ditahan, raja berjanji akan mengoreksi kesalahannya.b. Petition of Rights, tahun 1628 di Inggris
Merupakan pernyataan-pernyataan mengenai hak-hak rakyat beserta jaminannya. Petisi ini diajukan oleh para bangsawan kepada raja dihadapan parlemen. Secara umum, isi petisi ini menuntut hak-hak sebagai berikut :
  • Pajak dan pungutan istimewa harus disertai persetujuan. 
  • Warga Negara tidak boleh dipaksakan menerima tentara dirumahnya. 
  • Tentara tidak boleh menggunakan hukum perang dalam keadaan damai.
c. Habeas Corpus Act, tahun 1679 di Inggris 
Merupakan dokumen hukum yang mengatur tentang penahanan seseorang. Isinya sebagai berikut :
  • Menetapkan bahwa orang yang ditahan harus dihadapkan dalam tiga hari setelah penahanan. 
  • Alasan penahanan seseorang harus disertai bukti yang sah menurut hukum. 
d. Bill of Rights, tahun 1689 di Inggris
Dokumen Hukum yang ditandatangani Raja William III ini, berisikan bahwa Raja William harus mengakui hak-hak parlemen. Hak tersebut adalah pembuatan undang-undang harus dengan persetujuan parlemen. Pemungutan pajak harus persetujuan parlemen dan parlemen berhak merubah keputusan Raja. Hak warga negara untuk memeluk agama menurut kepercayaannya masing-masing.

e. Declarations of Independence, tahun 1776 di AmerikaDeklarasi ini merupakan suatu kesepakatan dari kongres yang mewakili 13 negara yang baru bersatu, dan dideklarasikan pada tanggal 4 Juli 1776. Dalam deklarasi kemerdekaan Amerika tersebut termuat kalimat “…. bahwa semua orang diciptakan sama, bahwa mereka diciptakan oleh Tuhan dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat dialihkan, yaitu hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagian”.

f. Declarations des droit de l’hommes du citoyen, tahun 1789 di Prancis
Merupakan suatu dokumen HAM di Perancis, yang dicetuskan oleh Jean Jacques Rousseau dan Lafayette untuk melawan kesewenang-wenangan raja diawal revolusi Perancis. Dokumen ini berisi tentang pernyataan atas kebebasan (liberte), kesamaan (egalite), dan persaudaraan atau kesetiakawanan (franternite).


Teknik Dasar dalam Menggambar

Proses menggambar sebenarnya dapat Anda mulai dengan cara yang sangat sederhana dan mudah dilakukan. Biasakan sebelum menggambar buatlah sketsa terlebih dahulu agar gambar memiliki komposisi, proporsi, dan keseimbangan yang baik. Beberapa tahapan yang harus dilakukan pada saat menggambar sebagai berikut.
  1. Mengetahui bentuk dasar dari objek yang akan digambar
  2. Mengetahui bagian-bagian dari objek gambar
  3. Menyusun atau menyambung bagian per bagian menjadi gambar yang utuh
  4. Memberikan dimensi gelap terang baik hitam putih atau berwarna
  5. Memberi kesan untuk latar belakang
Dalam menggambar sebaiknya tidak perlu tergesa-gesa untuk memiliki kemiripan bentuk sesuai dengan objek yang digambar. Anda harus berlatih dan sabar sampai menguasai bentuk dasar bagian-bagian dari objek yang digambar. Mulailah berlatih dari bentuk flora, fauna, dan benda buatan manusia yang paling sederhana dan mudah untuk digambar.

1. Teknik Menggambar Flora


Menggambar flora (tumbuh-tumbuhan) dapat memberikan pemahaman tentang keanekaragaman, keindahan, dan keunikan objek flora yang ada di lingkungan sekitar. Flora memiliki banyak jenis dan bentuknya. Bagian-bagian flora dapat digunakan sebagai objek gambar, misalnya bentuk daun, bunga, dan buah. Bagian-bagian flora ini dapat digambar secara terpisah atau digabung menjadi satu rangkaian.

Menggambar bunga kamboja dan bunga jepang memiliki teknik yang berbeda walaupun sama-sama jenis bunga. Perbedaan ini disebabkan karakteristik kelopak bunga yang berbeda. Perhatikan langkah-langkah menggambar bunga kamboja jepang di bawah ini:

Penjelasan menggambar bunga

1. Gambarlah bentuk lingkaran untuk pola bunga
2. Gambar kelopak bunga sesuaikan dengan bentuk aslinya.
3. Berilah warna pada hasil gambar bunga.

2. Teknik Menggambar Fauna

Fauna (hewan) memiliki jenis yang berbeda-beda, ada yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, berkaki dua seperti ayam, bebek. Ada hewan yang hidup di air dan di darat. Hewan juga ada yang bersifat galak dan jinak. Setiap hewan memiliki bentuk badan yang berbeda-beda. Anda bisa menggambar hewan mulai dari badannya, kemudian berlanjut kepala, kaki atau cakarnya. Bentuk-bentuk geometris akan membantu dalam membuat gambar hewan agar lebih mudah dan tentunya diawali dengan sketsa.Contoh menggambar itik

Penjelasan Langkah Menggambar Itik

1. Buatlah gambar bentuk oval untuk badan.
2. Tambahkan bentuk kerucut untuk leher, kepala, dan ekor.
3. Berilah arsiran atau warna pada gambar itik.

3. Teknik Menggambar Alam Benda

Menggambar alam benda disebut juga menggambar bentuk. Alam benda dapat terdiri atas benda buatan manusia dan benda yang sudah terbentuk dari alam. Alam benda buatan manusia dapat berupa kendi, piring, mangkuk, gelas, dan beraneka ragam bentuk lainnya. Alam benda yang terdapat di alam seperti batu, batang kayu, air, dan juga awan.

Pada saat menggambar bentuk, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini.1) Proporsi bentuk benda yang akan digambar
2) Komposisi dalam meletakkan benda
3) Cahaya yang menyinari objek gambar dan akan membentuk bayangan
4) Penggunaan arsiran atau warna yang akan membentuk kesan bidang tiga dimensi.
5) Penggunaan latar belakang (background)

Contoh menggambar piring dan cangkir
Thursday, October 10, 2019

Keterkaitan Antara Matematika dan Alquran

Berbicara tentang pengkajian lebih dalam tentang Alquran, pada dasarnya Allah SWT memerintahkan kepada kita kaum Nabi Muhammad SAW untuk berfikir, menganalisa, memahami ilmu pengetahuan, memahami fenomena yang terjadi di muka bumi, dan mengadakan penelitian yang berkaitan dengan alam semesta umumnya dan kehidupan sehari-hari khususnya. Kesemuanya sangat jelas tersebut dalam ayat-ayat Al-quran. Kesempurnaan Al-Quran juga diakui oleh Edward Gibbon.
Keterkaitan Antara Matematika dalam Alquran
Edward Gibbon (seorang pakar Barat) mengatakan bahwa :
Al-Quran adalah sebuah kitab agama, yang membahas tentang masalah-masalah kemajuan, kenegaraan, perniagaan, peradilan, dan undang-undang kemiliteran dalam Islam Isi Al-Qur‟an sangat lengkap, mulai dari urusan ibadah, ketauhidan, sampai soal pekerjaan sehari-hari, mulai dari masalah rohani sampai hal-hal jasmani, mulai dari pembicaraan tentang hak-hak dan kewajiban segolongan umat sampai kepada pembicaraan tentang akhlak dan perangai serta hukum siksa di dunia

Selain masalah umum dalam kehidupan, Al-Quran membahas matematika lebih khusus tentang perkalian dan perhitungan bilangan dalam berbagai peristiwa dan berbagai konteks. Salah satunya yang berkaitan dengan kegiatan menghitung dimana kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari “UKURAN” yang secara jelas tersebut dalam surat AlQamar/54 : 49 berikut :
اِنَّا کُلَّ شَیۡءٍ خَلَقۡنٰہُ بِقَدَرٍ
Yang Artinya : Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran
Selain dijelaskan dalam surat AlQamar/54 : 49 di atas, matematika juga dijelaskan dalam surat Al Furqaan/25 : 2 sebagai berikut:
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Yang Artinya : Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Keterkaitan Matematika dengan Al quran

Berikut beberapa hasil pengembangan konsep Matematika yang berkaitan dengan Al-Qur‟an, yaitu :
  1. Rahasia angka diantaranya angka 7 dan 19 yang banyak diungkapkan baik peneliti-peneliti muslim maupun non-muslim.
  2. Representasi digraph untuk nomor surat dan banyak ayat, yang menunjukkan setiap Al-Qur‟an mempunyai korelasi yang menarik antar surat yang satu dengan surat yang lain. Untuk mengetahui arti atau makna dari sebuah angka, maka dikorelasikan dengan variable Al-Qur‟an. Tetapi ada juga surat yang tidak berkorelasi, contohnya adalah surat Al-Baqarah. Di dalam surat Al-Baqarah dijelaskan tentang beberapa hukum yang tidak dijelaskan dalam surat lain, misalnya hukum tauhid. Sehingga surat AlBaqarah disebut Fusthaatul-Qur‟an (puncaknya Al-Qur‟an).
  3. Hasil penelitian Prof. Bassam Jarrar dari Noon Centre, Amerika Serikat yang menunjukkan bahwa Al-Quran disusun berpasangan artinya terdapat 57 surat homogen (dalam hal ini nomor surat dan jumlah ayat genap atau nomor surat dan jumlah ayat ganjil) dan 57 surat heterogen (dalam hal ini nomor surat genap dan jumlah ayat ganjil atau sebaliknya).

Konsep Ortogonalitas dalam Al quran

Contoh keterkaitan lain matematika dalam Al-Qur‟an adalah konsep ortogonalitas, dimana orthogonal mengandung arti tegak lurus. Keterkaitan konsep ini dengan Al-Qur‟an salah satunya terletak pada konsep “hablumminallah hablumminannas” yang bermakna hubungan manusia dengan Allah swt (hablumminallah) dan hubungan manusia dengan manusia yang lain (hablumminannas).
Berdasarkan sudut pandang matematika, konsep ortogonalitas diartikan bahwa
Dua vector dikatakan orthogonal jika hasil kali dalam kedua vector tersebut sama dengan nol.
Secara geometri konsep orthogonal khususnya pada dimensi-2 digambarkan melalui dua vector yang saling tegak lurus. Seperti yang terlihat pada gambar berikut ini:
Keterkaitan Antara Matematika dalam Alquran
Berdasarkan gambar di atas, garis lurus secara horizontal menunjukkan kedudukan manusia di hadapan Allah swt. sama, sehingga dalam menjalani kehidupan di dunia perlu menjalin hubungan yang harmonis diantara sesama manusia. Sedangkan garis lurus secara secara vertical ke atas menunjukkan tujuan hidup dari manusia di muka bumi ini tidak lain adalah beribadah kepada Allah SWT. Konsep ortogonalitas yang berkaitan dengan permasalahan ini menunjukkan ketegaklurusan garis horizontal dan vertical menjelaskan bahwa manusia seharusnya selalu menjaga hubungan atau silaturrahmi dengan sesama umat manusia dan juga berpegang teguh kepada Allah SWT.