8 Cara Mengenali Karakter Anak

Karakter yang baik pastinya menjadi dambaan semua orang, baik itu orang tua, guru hingga sesama siswa dalam sekolah. Sebab Karakter yang baik ini akan membuatnya memiliki hubungan sosial yang baik pula dengan masyarakat. Anak dengan karakter baik tentunya akan disenangi oleh banyak orang dan dapat dengan mudah untuk berinteraksi dimasyarakat serta mendapatkan timbal balik yang positif dari lingkungan dimanapun ia tinggal.

Oleh karena itu, pentingnya kiranya kita sebagai orang tua untuk mengenali karakter anak, untuk kemudian kita arahkan menuju karakter yang lebih baik lagi.

8 Cara untuk Mengenali Karakter Anak atau Peserta Didik

Cara Mengenali Karakter Anak

Memang tidak semua anak didik kita memiliki karakter yang baik. Dalam kelas kita bisa jadi ada saja berbagai karakteristik peserta didik mulai dari yang paling menyenangkan sampai yang paling tidak kita senangi. Ada yang pendiam ada pula yang selalu berisik. Namun Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan alami karena memang peserta didik kita datang dari berbagai macam lingkungan yang berbeda dan dengan berbagai macam pengalaman pula yang telah mereka lalui sehingga membentuk karakternya.

Apa itu Social Engineering dan Cara Menghadapinya
Social Engineering adalah Sebuah Teknik untuk Memanipulasi dan Mengarahkan Perilaku Seseorang atau Sekelompok Orang dengan Menggunakan Kekuatan Hipnotik Bahasa, Rasa Rikuh atau ragu serta Preferensi Pribadi Seseorang Terhadap Suatu Isu.
Social Engineering dan Cara Menghadapinya

Untuk itu, sebagai Guru yang baik, maka perlu menyikapinya dengan baik. Jangan sampai kita salah mengenali karakter dari masing-masingg peserta didik yang kemudian malah akan menghambat proses belajar mengajar dikemudian hari.

Dimasa awal permulaan tahun ajaran baru inilah waktu yang tepat bagi guru untuk mulai mengumpulkan berbagai informasi sehingga kita sebagai guru mampu mengenali karakteristik anak didiknya.

Berikut ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengenali karakteristik anak-anak didik kita, diantaranya adalah :

1. Menjadi Teladan

Sebaik-baiknya guru adalah pengalaman, dan sebaik-baiknya pelajaran adalah dengan menjadi teladan bagi anak didik. Seorang Guru harus mampu menjadi sosok yang dapat ditiru oleh anak-anak didiknya. Siswa biasanya akan lebih mudah menyerap pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari jika dalam bentuk contoh nyata. Begitu juga dengan karakter yang baik. Untuk itu guru harus menjadi teladan yang baik bagi anak didik, sehingga anak-anak didiknya dapat mencontoh perilku baik tersebut.

2. Senantiasa Mengevaluasi Diri

Sebelum mengenali karakteristik anak didikny, alangkah baiknya seorang guru mengenali dan mengevaluasi diri pribadinya sendiri terlebih dulu. Kenapa Guru harus terlebih dahulu mengevaluasi dirinya sendiri, sebab bisa jadi siswa berkelakuan buruk karena memang ada yang salah dalam gurunya terutama dalam mengajarnya.

3. Memahami Lingkungan Sekitar Anak

keluarga broken home Lingkungan dan pengalaman sebelumnya sangat berpengaruh dalam membentuk karakter anak. Bisa saja seorang anak tumbuh besar dalam keluarga yang Broken Home dan sering mengalami kekerasan dalam rumah tangganya, sehingga mengakibatkan sang anak tidak mampu fokus dan juga berkonsentrasi di sekolah karena masalah di rumahnya. Untuk itulah guru perlu memahami terlebih dahulu lingkungan sekitar anak dalam mengenali karakteristik anak didiknya.

4. Mengenali Anak Didik Lebih Dalam

Maksud lebih dalam di sini adalah bukan hanya sekedar mengetahui siapa orang tuanya, keluarganya, alamatnya dan lain sebagainya. Tetapi maksudnya adalah akumulasi dari proses panjang mulai dari memahami bagaimana karakter anak tersebut bisa terbentuk. Mengetahui hubungan antara detail-detail informasi serta pengalamannya dengan karakter anak didik tersebut hingga saat ini.

5. Lakukan Pendekatan Psikologis

Banyak sekali cara yang dapat kita gunakan untuk melakukan sebuah pendekatan psikologis terhadap anak didik kita. salah satunya dengan cara mewawancarai secara langsung, menanyakan tentang hal-hal yang penting dengan anak, atau berdiskusi mengenai hal-hal yang menarik bagi sang anak. Cara klasik seperti ceramah dan tanya jawab pun bisa saja guru gunakan untuk melakukan pendekatan psikologis terhadap anak didik. Dari proses tersebut, guru akan lebih banyak mendapat respon serta informasi tambahan untuk mengetahui karakteristik anak didiknya.

6. Perlakukan Siswa dengan Adil

Dalam Satu kelas pasti terdiri dari anak-anak dengan latar belakang dan lingkungan yang berbeda-beda pula. Untuk itu Cobalah untuk memperlakukan mereka dengan seadil-adilnya. Tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama, dan golongan. Jangan meberikan perlakuan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, kecuali dalam kondisi khusus yang memang merupakan kebutuhannya.

Namun yang perlu diingat adalah bahwa Adil itu tidak berarti sama rata, namun memberikan sesuatu hal sesuai dengan porsinya dan penuh bijaksana. Jangan sampai anak-anak didik kita berpendapat bahwa kita pilih kasih dan bijaksana tapi tidak bijak disini.

7. Masuki Dunia Mereka

Cobalah untuk bergabung bersama-sama dengan siswa ketika sedang bermain, atau beristirahat, saat menyanyi, atau aktivitas lain yang disukai oleh para siswa. Dengan begitu guru akan lebih mudah dalam memahami bagaimana minat dan bakat dari masing-masing anak didiknya. Interaksi sosial yang terjadi tanpa rasa rikuh pun dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang karakteristik dari masing-masing anak.

Tips Agar Aman dari Virus Corona atau Covid 19
Sebagai seorang Guru, secara tidak langsung memiliki peran penting dalam membantu para siswanya untuk memahami penyakit COVID-19 dan mengatasi kecemasan mereka. Karena itu, guru harus aktif mencari informasi yang benar dan bantu siswa agar tidak terperangkap hoax atau informasi yang salah.
Tips Agar Aman dari Virus Corona atau Covid 19

Sebab berdasarkan pengalaman pribadi, Terkadang siswa merasa sungkan dan malu apabila menyampaikan apa yang menjadi minat bakat atau malasahnya kalau didepan kelas. Oleh sebab itu, guru akan jauh lebih baik jika menerapkan cara jemput bola dengan mengobservasi sendiri apa yang menjadi minat dan bakat serta masalah yang dihadapi oleh para siswa dengan terjun langsung bergaul dengan mereka.

8. Jadilah Sahabat

Jadilah sahabat bagi anak

Dengan menjadi sahabat diharapkan anak akan mudah untuk bercerita untuk mengeluarkan keluh kesah dan juga minat bakatnya. Kedekatan emosional ini dapat membantu guru untuk memahami karakteristik siswa itu sendiri. Dengan adanya kedekatan emosional, siswa tidak lagi ragu untuk menyampaikan apa yang menjadi masalah atau pendapatnya tentang suatu hal.

Terkadang guru hanya menilai karakteristik peserta didik hanya dari tampilan luar atau dari pengenalan sesaat saja. Akan tetapi, pasti lebih banyak hal-hal yang tidak mungkin mereka sampaikan di depan kelas atau depan orang banyak. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif dari guru itu sendiri untuk lebih dekat dan menjadi sahabat dari sang murid, supaya lebih mengenali karakter dan perilaku dari siswanya.

Itulah 8 Cara bagaimana mengenali dan memahami karakteristik anak didik yang bisa saya uraikan. Semoga tulisan ini dapat berguna untuk rekan-rekan guru dalam mengatur strategi belajar sekaligus menyesuaikan metode pembelajaran di sekolah nanti. Karakter--karakter yang dikenali diharapak kemudian bisa kita arahkan ke arah yang lebih baik lagi, sehingga anak-anak didik kita tidak hanya cerdas secara kognitif saja, melainkan juga cerdas secara afektif dan emosional.

ArRahim

Terlahir untuk mengekspresikan, bukan untuk membuat terkesan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama