8 Tips Ampuh Cegah Sakit Maag Saat Puasa | Kelas Mat 8 Tips Ampuh Cegah Sakit Maag Saat Puasa | Kelas Mat

8 Tips Ampuh Cegah Sakit Maag Saat Puasa

Sebagai pencegahan, hindari makan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa. Pelajari cara mencegah sakit maag agar tidak kambuh saat berpuasa.

Sariawan dan sakit maag kambuh saat puasa merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami. Ini karena pola makan telah berubah secara signifikan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti agar perut tetap nyaman meski sedang berpuasa.

8 Tips Ampuh Cegah Sakit Maag Saat Puasa

Apakah penderita maag bisa berpuasa?

Puasa di bulan Ramadhan memiliki beberapa keuntungan. Namun, berpuasa bisa jadi menyulitkan bagi penderita gangguan pencernaan seperti sakit maag atau GERD. Kondisi ini biasanya terjadi karena perubahan pola makan. Sebenarnya, siapapun bisa berpuasa, termasuk penderita maag.

Baca Juga : Cara Mengatasi Serangan Trojan{alertWarning}

Penderita maag masih bisa berpuasa, namun perlu lebih berhati-hati karena pola makannya pasti akan berubah. Oleh karena itu, tubuh juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pola makan yang baru.

Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut apakah kondisi Anda memungkinkan untuk berpuasa atau tidak.

Tips Menghindari Sakit Maag Saat Puasa

Menurut Mayo Clinic, gejala sakit maag ditandai dengan rasa tidak nyaman penuh setelah makan, perut kembung dan terbakar, mual, dan lebih cepat merasa kenyang. Sakit maag biasanya terjadi siang atau malam setelah berbuka puasa.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk mencegah sakit maag saat berpuasa:

1. Jangan makan berlebihan.

Setelah seharian berpuasa, Anda mungkin merasa lapar saat berbuka puasa. Padahal, makan dalam jumlah banyak sekaligus bisa menyebabkan lambung meluap, kembung, dan tukak lambung. Juga, jika perut benar-benar kosong sebelumnya.

Untuk mencegah sakit maag saat berpuasa, saat berbuka, makanlah makanan ringan terlebih dahulu sebelum makan makanan berat. Awali buka puasa dengan sepotong buah atau kue, dilanjutkan dengan makan besar setelah tarawih.

Dengan cara ini Anda tidak hanya terhindar dari sakit maag, tapi juga bisa mencegah kenaikan berat badan saat puasa akibat makan berlebihan.

2. Mengunyah makanan secara perlahan

Sebagian orang makan dengan cepat saat berbuka puasa atau sahur. Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan makan justru menyebabkan mulas?

Mengunyah makanan terlalu cepat dapat menyebabkan udara dalam jumlah besar masuk ke saluran pencernaan, menyebabkan kembung dan mulas. Untuk menghindarinya, cobalah mengunyah makanan dengan baik dan perlahan saat berpuasa. Cara ini juga membantu kerja lambung lebih mudah saat mencerna makanan.

Apa itu Social Engineering dan Cara Menghadapinya
Social Engineering adalah Sebuah Teknik untuk Memanipulasi dan Mengarahkan Perilaku Seseorang atau Sekelompok Orang dengan Menggunakan Kekuatan Hipnotik Bahasa, Rasa Rikuh atau ragu serta Preferensi Pribadi Seseorang Terhadap Suatu Isu.
Social Engineering dan Cara Menghadapinya

3. Pilih Makanan dan Minuman yang Sesuai

Jika sudah terlanjur terkena maag, pilihlah makanan yang aman saat sahur dan saat berbuka agar gejalanya tidak kambuh kembali.

Beberapa makanan yang boleh Anda konsumsi adalah: Makanan berserat tinggi seperti oatmeal, nasi merah, sereal gandum, roti gandum, buah-buahan, sayuran, atau kacang-kacangan. Makanan rendah lemak seperti daging sapi tanpa lemak, ikan, dan ayam tanpa kulit (terutama dada ayam). makanan yang mengandung probiotik, seperti yogurt, tempe, tahu, miso, dan kimchi. Buah-buahan tidak asam seperti pisang, pir, apel dan melon.

4. Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu gejala sakit maag.

Saat sahur dan berbuka, hindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi lambung, yang dapat menyebabkan kambuhnya sakit maag, seperti: Makanan asam seperti jeruk, lemon dan tomat baik dalam bentuk buah maupun jus, Makanan pedas, Makanan berlemak seperti rendang, gorengan dan sayur lodeh, Minuman bersoda, Coklat dan mint, Minuman berkafein seperti kopi. Makanan ini tidak hanya menyebabkan masalah lambung, tapi juga bisa meningkatkan risiko asam lambung.

5. Minum obat maag dengan benar

Bila perlu, mengetahui kapan harus minum obat maag saat perut kosong penting untuk mencegah gejala datang kembali. Obat ini biasanya diminum sebelum makan. Kemudian minum obat maag sekitar 30 menit sebelum sahur atau makan besar saat berbuka puasa.

Bila dokter meresepkan obat anti maag 1-2 kali sehari, lakukan tindakan ini saat sahur dan berbuka. Bila perlu minum obat anti maag 3-4 kali sehari, konsultasikan ke dokter sebelum awal bulan puasa. Dokter mungkin dapat menggantinya dengan jenis obat lain.

Apabila gejala maag kambuh kembali meski sudah diobati dengan benar, konsultasikan kembali ke dokter agar puasa berjalan lancar.

6. Jangan langsung tidur setelah makan

Sahur sebelum sahur bisa membuat mengantuk dan ingin kembali tidur setelah makan.Namun, untuk mencegah maag muncul kembali, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Tidur setelah makan bisa menjadi salah satu penyebab mulas dan mulas. Sebaiknya tunggu 2 sampai 3 jam setelah makan agar makanan dapat dicerna dan berpindah dari lambung ke usus kecil.

Sebagai alternatif, cobalah tidur dengan kepala menghadap ke atas. Misalnya menopang kepala dengan dua bantal atau tidur setengah duduk.Hal ini dapat mencegah makanan dari cadangan ke kerongkongan.

7. Hindari Merokok dan Obat Penghilang Rasa Sakit

Berhenti merokok selama bulan Ramadhan adalah salah satu tips yang bisa Anda coba untuk mencegah maag kambuh saat berpuasa. Ini karena merokok dapat meningkatkan risiko sakit maag dan refluks asam (GERD).

Selain itu, penggunaan obat pereda nyeri (NSAID) secara rutin juga dapat mengiritasi perut kosong saat berpuasa. Ini meningkatkan risiko sakit maag. Jika Anda kesakitan dan membutuhkan obat pereda nyeri, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri yang aman untuk lambung.

8. Mengelola Stres dengan Baik

Mengendalikan emosi adalah salah satu tujuan puasa. Selain menambah pahala, mengendalikan stres juga menjadi trik agar maag tidak kambuh lagi saat berpuasa.

Hal ini karena stres yang hebat dapat menyebabkan peningkatan asam lambung dan kambuhnya sakit maag. Cobalah untuk mengelola stres dengan beristirahat, menggunakan teknik relaksasi, dan melakukan hal-hal yang Anda sukai.

Jika, terlepas dari anjuran puasa untuk penderita tukak lambung, gejala tukak lambung tidak mereda, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Ini memungkinkan dokter untuk mengobati sakit maag dengan benar saat berpuasa.

Jangan menunggu untuk memeriksakan diri ke dokter jika gejala maag semakin parah dan disertai dengan: Kehilangan nafsu makan, Muntah-muntah, Muntah darah, Sakit perut yang parah, serta Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Referensi Terkait

ArRahim

Terlahir untuk mengekspresikan, bukan untuk membuat terkesan

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama