Menemukan dan Menerapkan Konsep Keuntungan dan Kerugian | Kelas Mat Menemukan dan Menerapkan Konsep Keuntungan dan Kerugian | Kelas Mat

Menemukan dan Menerapkan Konsep Keuntungan dan Kerugian

Agar lebih memahami konsep Keuntungan dan Kerugian, maka kita perlu belajar secara dalam mengenai aritmetika sosial. Sehingga kita bisa menerapkannya.

Konsep Keuntungan dan Kerugian merupakan bagian penting yang tidak bisa kita pisahkan dalam mempelajari Aritmetika sosial. Untuk itu agar lebih mudah dalam menemukan dan menerapkan konsep keuntungan dan kerugian, ada baiknya kamu pahami terlebih dulu apa itu aritmetika sosial

Deskripsi Singkat Aritmetika Sosial

Pada saat kamu pergi ke pasar tradisional atau pasar swalayan maupun tempat berbelanja lainnya di manapun berada pasti menerapkan materi Aritmetika Sosial. Ketika kamu berkunjung ke pasar swalayan, kamu akan melihat harga barang, harga diskon/potongan harga, membeli barang dengan pajak, dan lainnya. Nah Materi aritmetika sosial ini merupakan materi yang dapat membantu kita dalam memecahkan permasalahan di sekitar kita.

Namun Tahukah kamu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan aritmetika sosial? aritmetika sosial adalah bidang atau cabang ilmu matematika yang mempelajari tentang matematika pada kehidupan sosial, misalnya di bidang ekonomi, bidang geografi, dan bidang sosiologi. Materi aritmetika sosial ini merupakan materi yang dapat membantu kamu dalam memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari hari seperti perdagangan, perbankan, dan lain lain. Untuk mempermudah mempelajari aritmetika sosial, kamu bisa melanjutkan membaca artikel ini sampai selesai supaya benar benar paham.

Konsep Harga Pembelian dan Harga Penjualan

Konsep Keuntungan dan Kerugian

Masalah untung dan rugi sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari hari. Pada saat kamu disuruh ke pasar oleh ibu kamu, tentu kamu akan membawa catatan apa saja barang yang harus dibeli dan jika perlu mencatat harga yang kamu bayar. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dengan pembeli untuk melakukan transaksi jual dan beli.

Baca Juga : Soal Ulangan Harian Pola Bilangan Kelas 8{alertWarning}

Jual beli adalah kegiatan menjual atau membeli berupa barang maupun jasa. Pada kehidupan sehari hari sering kali kamu melakukan kegiatan jual beli atau perdagangan. Adapun contoh kegiatan jual beli yang terjadi di pasar, toko maupun di sekolah. Apabila kamu ingin memperoleh barang yang kamu inginkan maka kamu harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya. Misalnya penjual memberi barang kepada pembeli sebagai gantinya pembeli menyerahkan uang sebagai penganti barang kepada penjual

Pembahasan Soal Matematika Ayo Kita Berlatih 1.2 Halaman 17 Kelas 8
Soal matematika yang akan kita bahas kali ini adalah Soal Ayo Kita Berlatih 1.2 halaman 17 pada buku Kelas 8 SMP/Mts. So, Mari kita bahas bersama-sama
Pembahasan Soal Matematika Ayo Kita Berlatih 1.2 Halaman 17 Kelas 8

Seorang pedagang besar membeli barang dari pabrik kemudian pedagang tersebut menjual kembali di pasar. Harga barang dari pabrik disebut dengan modal atau harga pembelian selanjutnya harga dari hasil penjualan barang disebut dengan harga penjualan. Namun pada kondisi perdagangan adakalanya pedagang mengalami untung ataupun rugi.

Apabila harga jual lebih besar dari harga beli maka kondisi ini disebut untung, dan apabila harga jual lebih kecil dari harga beli maka disebutnya rugi.{alertSuccess}

Harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diberikan pada saat membeli suatu barang disebut dengan harga pembelian. Harga pembelian disebut juga modal. Dalam situasi tertentu suatu harga pembelian (modal) ditambah dengan biaya pengangkutan, transportasi, ongkos atau biaya lainnya. Harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diterima pada saat menjual suatu barang disebut harga penjualan. Untuk lebih memahami konsep harga pembelian, harga penjualan, untung dan rugi perhatikan masalah berikut.

Contoh Masalah 1

Pak Revan membeli sebidang tanah dengan harga Rp100.000.000,00, (seratus juta rupiah) kemudian karena ada suatu keperluan dalam bisnisnya, Pak Revan menjual kembali tanah tersebut dengan harga Rp110.500.000,00. Ternyata harga penjualan lebih besar dibanding harga pembelian, berarti Pak Revan mendapat untung.

Selisih harga penjualan dengan harga pembelian adalah
Rp110.500.000,00 - Rp100.000.000,00 = Rp10.500.000,00

Jadi, Pak Revan mendapatkan untung sebesar Rp10.500.000,00.

Dalam kegiatan jual beli pedagang terkadang mengalami keuntungan, dan juga mengalami kerugian. Penjual dikatakan rugi jika harga penjualan lebih rendah dibanding harga pembelian.{alertInfo}

Contoh Masalah 2

Fauzan membeli sebuah komputer bekas dengan harga Rp1.200.000,00. Kemudian komputer itu diperbaiki dan menghabiskan biaya Rp400.000,00. Selanjutnya Fauzan menjualnya dengan harga Rp1.500.000,00.

Menerapkan konsep aritmetika sosial

Modal (harga pembelian) = Rp1.200.000,00 + Rp400.000,00 = Rp1.600.000,00
Harga penjualan = Rp1.500.000,00
Setelah dihitung harga jual lebih rendah dari pada harga harga pembelian, jadi Fauzan mengalami kerugian.
Besarnya kerugian yang dialami Fauzan adalah
Rp1.600.000,00 Rp 1.500.000,00 = Rp100.000,00

Contoh Masalah 3

Keuntungan dan Kerugian

Seorang pedagang sayur membeli 1 kg kol dengan harga Rp4.000,00 dan menjual kepada seorang pembeli, setelah tawar menawar 1 kg kol itu terjual dengan harga Rp6.000,00.

  1. Apakah pedagang itu mengalami untung atau rugi?
  2. Dapatkah kamu menentukan besar keuntungan atau kerugiannya?
Jawaban:
  1. Harga Pembelian Rp4.000,00
    Harga Penjualan Rp6.000,00.
    Karena harga jual lebih besar daripada harga beli, maka pedagang mengalami keuntungan.
  2. Besar keuntungan
    Untung = harga jual harga beli
    = Rp6.000,00 Rp4.000,00
    = Rp2.000,00
    Jadi, pedagang itu memperoleh keuntungan Rp2.000,00.
{alertSuccess}

Contoh Masalah 4

Seorang pedagang buah membeli 1 kg buah jeruk dengan harga Rp4.000,00. Oleh karena jeruk tersebut sudah tidak segar lagi, maka ia menjualnya dengan harga Rp3.500,00 per kg.

  1. Apakah pedagang untung atau rugi?
  2. Dapatkah kamu menentukan besar keuntungan atau kerugiannya?
  3. Jawaban:
    1. Harga pembelian Rp4.000,00 per kg
      Harga penjualan Rp3.500,00 per kg.
      Karena harga jual lebih kecil daripada harga beli, maka pedagang mengalami kerugian.
    2. Besar kerugian
      Rugi = harga beli harga jual
      = Rp4.000,00 Rp3.500,00
      = Rp500,00
      Jadi, pedagang itu memperoleh kerugian Rp500,00.
    {alertSuccess}

    Dari kedua permasalahan 1, 2 3 dan 4, kamu pasti sudah bisa menentukan harga jual, harga beli, untung, dan rugi. Agar kamu lebih memahami mengenai konsep harga jual, harga beli, untung, dan rugi, mari kita gali lebih dalam lagi.

    Konsep Untung dan Rugi Pada kegiatan ekonomi dalam melakukan jual beli pedagang mengharapkan adanya keuntungan. Pedagang dikatakan untung jika harga penjualan lebih besar dibanding dengan harga pembelian. Dari kegiatan sebelumnya kamu dapat simpulkan mengenai untung dan rugi{alertInfo}

    Konsep Persentase Untung dan Rugi

    Adakalanya dalam perdagangan kamu akan menjumpai konsep persentase. Keuntungan atau kerugian dapat dinyatakan dalam persentase. Persentase keuntungan atau kerugian disini diperhitungkan terhadap harga beli. Dalam matematika, persentase atau perseratus adalah sebuah angka atau perbandingan (rasio) untuk menyatakan pecahan dari seratus. Persentase sering ditunjukkan dengan simbol "%".

    Pada kegiatan ekonomi, besar rugi atau untung terhadap harga pembelian biasanya dapat dinyatakan dalam bentuk persen. Karena untung atau rugi itu dialami oleh yang memiliki uang dalam membeli barang, maka persentase untung atau rugi ditentukan atau dibandingkannya dengan harga pembelian. Oleh karena itu, besarnya persentase untung atau rugi adalah

    \(\begin{array}{l}Persentase~Untung = \frac{{Untung}}{{Harga~Pembelian}} \times 100\% \\Persentase~Rugi = \frac{{Rugi}}{{Harga~Pembelian}} \times 100\% \end{array}\)

    Contoh Soal 1

    Selusin pensil dibeli dengan harga Rp36.000,00 dan dijual semua dengan harga Rp39.600,00. Berapa persen keuntungannya?

    Jawab:
    Harga pembelian : Rp 36.000,00.
    Harga penjualan : Rp 39.600,00
    Besarnya keuntungan : Rp39.600,00 Rp36.000,00 = Rp3.600,00
    \(PersentaseUntung = \frac{{3600}}{{3600}} \times 100\% = 10\% \){alertSuccess}

    Contoh Soal 2

    Selusin buku dibeli dengan harga Rp60.000,00. Buku itu dijual semua dengan harga Rp48.000.00. Apakah penjual mengalami keuntungan atau kerugian? Berapa persen keuntungan atau kerugiannya?

    Jawab :
    Harga pembelian : Rp 60.000,00.
    Harga penjualan : Rp 48.000,00
    Karena harga penjualan lebih kecil dari harga pembelian, maka penjual mengalami kerugian.
    Besarnya kerugian : Rp 60.000,00 Rp48.000,00 = Rp12.000,00
    \(PersentaseRugi = \frac{{12000}}{{60000}} \times 100\% = 20\% \){alertSuccess}

    Contoh Soal 3

    Sebuah sepeda dibeli dengan harga Rp3.000.000,00, kemudian dijual kembali dengan keuntungan 12%.

    1. Berapa rupiah keuntungannya?
    2. Berapakah harga jualnya?
    Jawab:
    Harga pembelian : Rp3.000.000,00
    1. Besarnya keuntungan :
      \[\frac{{12}}{{100}} \times Rp3.000.000,00 = Rp360.000,00\]
    2. Harga penjualan:
      Rp3.000.000,00 + Rp360.000,00 = Rp3.360.000,00
    {alertSuccess}

    Konsep Potongan Harga

    Sekarang saatnya kamu mempelajari potongan harga yang sering disebut diskon atau rabat. Potongan harga ini dapat kamu jumpai untuk menarik minat pembeli agar membeli barang tersebut di bawah harga normal. Potongan harga sering dilakukan oleh pedagang pada waktu waktu khusus, misalnya menjelang hari sabtu, menjelang akhir bulan, menjelang hari raya, menjelang tutup buku, ataupun menjelang datangnya tahun baru.

    Konsep Potongan Harga atau Diskon

    Jika Ananda pergi ke pasar, kemudian Ananda menjumpai pedagang yang menawarkan harga 1 ikat kangkung Rp 3.000,00. Namun demikian karena kangkung tersebut sudah mulai layu, maka pedagang itu menjualnya dengan harga Rp 2.000,00 saja, berarti Ananda sudah mendapatkan potongan harga sebesar Rp 1.000,00.

    Nama lain dari potongan harga itu adalah diskon atau rabat. Biasanya potongan harga atau rabat atau diskon dapat dinyatakan dengan persen. Sehingga besarnya potongan harga atau rabat atau diskon adalah

    Potongan Harga = Harga awal x persentase potongan harga {alertInfo}

    Contoh Soal

    Jika William membeli sebuah telepon genggam dengan harga Rp4.200.000,00 dengan diskon 15%.Tentukan uang William yang dibutuhkan !

    Jawab:
    Harga sebelum diskon = Rp4.200.000,00
    Harga diskon = 15 % x Rp4.200.000,00 = Rp630.000,00
    Harga setelah diskon = Rp4.200.000,00 Rp630.000,00 = Rp3.570. 000,00
    Jadi, William harus membayar Rp3.570.000,00{alertSuccess}

    Referensi Terkait

ArRahim

"Berbagi itu bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kau beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kau beri".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama